Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Letak Geografis Negara Jepang


 Jepang/Japan


Bendera Jepang
Jepang merupakan Negara yang berbentuk kepulauan yang dinamakan oleh orang Jepang sendiri adalah Nippon dan mempunyai julukan Negara Matahari Terbit dan negeri Sakura. Jepang yang beribukota di Tokyo merupakan Negara Industri terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat.
1.   Luas wilayah : 370.370 KM2;
2.   Letak Astronomis : 30º LU-47º LU dan 128º BT-146º BT;
3.   Letak Geografis : Di kawasan Asia timur yang terpisah dari benua Asia, di sebelah timur benua Asia dan sebelah barat Samudera Pasifik;
4.   Batas-batas : utara adalah Laut Okhstosk, Timur adalah Samudera Pasifik, Selatan adalah L. Cina timur dan L. Filipina, dan barat adalah Laut Jepang dan Selat Korea;
5.   Bentang alam : Terdiri dari pulau-pulau, empat pulau utama Jepang yaitu Hokkaido, Honsu, Sikoku, dan Khyushu. Pada umumnya adalah daerah bergunung-gunung yang titik tertingginya adalah G. Fuji atau Fujiyama (3778M). Pegunungan di Jepang merupakan masih termasuk rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik, sehingga banyak gunung apinya. Sungai di Jepang pendek-pendek serta deras sehingga baik untuk pembangkit tenaga listrik. Danau di Jepang kecil-kecil yang terbesar adalah D. Biwa;

Kamis, 10 Mei 2012

Sistem Politik Ekspansi ke Selatan oleh Jepang di Indonesia Pada Tahun 1930


Sistem Politik Ekspansi ke Selatan oleh Jepang di Indonesia Pada Tahun 1930
Abstract: Pemerintahan Jepang setelah Restorasi meiji mencanangkan diri untuk menjadikan negaranya lebih kuat. Atas dasar Nasionalisme mereka melakukan banyak sekali inovasi dari segala bidang. Salah satunya melakukan ekspansi ke Selatan. Meskipun melakukan banyak sekali inovasi namun Jepang sangat membutuhkan minyak dan berusaha untuk mendapatkan. Meskipun begitu ternyata Jepang belum mampu menahan diri untuk tidak melakukan tindakan Imperialisme seperti bangsa Eropa.
Kata-Kata Kunci: Ekspansi, Jepang, Militer, Sumber Daya Alam

Pendahuluan
Contoh dari keunikan hubungan dari dua Negara ini pada masa sekarang adalah proyek mobil nasional dari Indonesia. Sepertinya Jepang tidak senang dengan adanya proyek ini, karena menurut pandangan jepang proyek ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi dan pasar bebas. Ketidaksenangan jepang ini bahkan sampai merambah ke dunia internasional. Jepang mengancam akan melaporkan Indonesia dan membawa persoalan proyek mobil nasional itu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Walaupun kedua belah pihak masih berusaha untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini tanpa menimbulkan konflik dari kedua belah pihak. Kasus tersebut menjadi contoh tentang betepa sensitifnya hubungan antara Indonesia dengan Jepang di bidang perdagangan. Dengan mempertimbangkan contoh itu, dapat diramalkan bahwa akan terjadi kasus yang lebih banyak dan lebih besar.
Hal itu adalah fakta yang terjadi pada abad ke-21 yang mengedepankan factor ekonomi sebagai factor utama. Jika kita melihat ke belakang yaitu pada masa abad ke-20, maka kondisinya akan berbeda. Pada abad ke-20, persaingan di utamakan pada bidang politik dan militer. Kondisi tersebut didorong keinginan dari Negara-negara di dunia untuk meluaskan kekuasaannya. Di masa ini terjadi politik Tripolar, yaitu politik yag melibatkan 3 jenis Negara. Jenis Negara yang pertama adalah Negara-negara Imperialis Barat (Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda), Negara Imperialis Timur (Jepang), dan Negara-negara terjajah (Korea, Indo-Cina, Filipina, Malaysia, Indonesia, dan Negara-negara kecil di Pasifik). Maka abad ke-21 diwarnai dengan persaingan di bidang ekonomi dan perdagangan yang semakin sengit. Persaingan ini lebih bersifat multi polar atau multi dimensi. Jenis Negara yang terlibat adalah Negara-negara industry maju, Negara-negara industry baru, dan Negara-negara berkembang. Sebelum terjadinya pendudukan Jepang ternyata jauh sebelum itu mereka telah memiliki rancana untuk melakukan ekspansi ke Selatan. Ekspansi yang bertujuan untuk mendapatkan wilayah dan sumber daya alam.
Pembahasan
Masuk dan berkembangnya para warga Jepang di Indonesia  
Perkembangan Negara Jepang pada abad ke-21 ini dapat dikatakan sangat pesat. Jepang tumbuh menjadi Negara yang maju dan menjadi Negara superior di kawasan benua Asia. Keberhasilan Jepang dalam memperoleh kemajuan yang sangat pesat ini tidak terlepas dari perjalan sejarah Negara Jepang sendiri. Sejarah Negara Jepang dapat dikatakan berliku, yaitu pada masa lalu Jepang juga pernah mengalami masa dimana kehidupan rakyat Jepang sengsara. Tetapi, factor yang dominan dari berhasilnya Jepang mengatasi masalah dalam negerinya adalah rasa nasionalisme yang tinggi dari rakyat jepang.
Ada banyak pendapat tentang kelahiran rasa Nasionalisme dari Bangsa Jepang. Ada sebuah pendapat yang menytakan bahwa rasa nasionalisme Jepang muncul pada masa isolasi Tokugawa (1693-1853). Pendapat ini beranggapan bahwa isolasi inilah yang melatarbelakagi munculnya rasa Nasionalisme. Pendapat lain beranggapan bahwa rasa Nasionalisme jepang muncul pada zaman Bakumatsu (akhir masa Tokugawa). Pendapat ini didasarkan munculnya gerakan anti orang asing pada masa itu. Dari pendapat kedua ini, gerakan anti orang asinglah yang menjadi awal munculnya rasa asionalisme. Isolasi yang terjadi pada masa Tokugawa ternyata telah membentuk kepribadian dari bangsa jepang (Goto, 1998: 17). Namun, yang terbentuk adalah masyarakat yang feodal.  System feodal ini tercermin dengan adanya pelapisan social atau Shinokoso. Pelapisan ini layaknya sebuah system kasta. Shinokoso ini bersifat kuat dan sulit terjadi mobilisasi social.
Pembagian kelas secara ketat dan penutupan negeri pada masa isolasi memang menumbuhkan feodalisme dan bukan nasionalisme. Sebab, dalam kenyataannya, secara garis besar masyarakat Tokugawa terbagi atas dua bagian, yaitu kelas bushi (samurai) dan nokosho (rakyat biasa). Kelas bushi hanya terdiri dari enam persen dari jumlah penduduk jepang keseluruhan. Sedangkan kelas nokosho terdiri dari sekitar Sembilan puluh pesen rakyat Jepang. Kedatangan kapal-kapal Rusia telah memaksa Jepang untuk meninggalkan system isolasinya. Kapal-kapal Rusia ini memaksa agar Bakufu (pemerintah Tokugawa) mau berdagang dengan mereka.
Setelah kejadian itu mulai munculnya benih-benih nasionalisme. Salah satu contohnya adalah muncul dan berkembangnya Koku gaku (studi nasional) yang dipelopori oleh Motoori Norinaga. Nasionalisme pada awalnya nasionalisme yang muncul berbentuk Tennoisme (memuliakan kaisar). Tetapi ideology inilah yang nantinya akan menumbuhkan rasa Nasionalisme pada rakyat Jepang. Rasa Nasionalisme ini pada akhirnya menjadi salah satu factor terjadinya Restorasi Meiji.
Pada masa Restorasi Meiji inilah Nasionalisme berkembang pesat. Pada masa ini Jepang mulai membuka diri dengan kebudayaan dan ilmu-ilmu yang berasal dari Negara asing. Factor-faktor yang mendorong berkembang pesatnya Nasionalisme pada masa ini diantaranya adalah sentralisasi dan standardisasi administrasi Negara. Hal itu terbukti dengan dibubarkannya Han yang disusul dengan pembentukan daerah provinsi pada tahun 1871. Didikuti juga dengan dibentuknya UU Wajib Militer (1872), peranan media massa, kominikasi, industrialisasi, dan pembentukan Negara konstitusi. Pada bidang militer, Jepang belajar kepada angkatan darat dari Jerman dan angkatan laut dari Inggris. Walaupun pada masa ini terjadi konflik antara golongan reformis dengan golongan tradisional, tetapi hal itu berhasil diatasi dan tidak terlalu menghambat perkembangan dari Negara Jepang.

Raja-Raja Majapahit

Raja-raja Majapahit Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya d...