Tampilkan postingan dengan label sejarah perkembangan seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah perkembangan seni. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI


PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI
Lahimya agama kristen yang percaya terhadap Sang Kristus, maka melahirkan kebutuhan  baru  yaitu  sarana  beribadah  yang  berupa  bangunan  gereja.  Gereja-gereja  ini banyak dibangun di seluruh penjuru dunia terutama didunia barat  (Eropa dan Amerika) banyak seni rupa bentuk bangunan gereja itu sangat kokoh dan agung. Sarana ibadah berupa patung Yesus Kristus, salah satu patung karya zaman Nasrani. Gereja-gereja selain kokoh dan monumental juga dihiasi dengan hiasan yang indah, yang memenuhi dinding dan langit - langit gereja, teknik lukisan kaca dan kaca patri lahir pada zaman Nasrani ini, selain teknik hias marmer berwarna dengan gaya naturalis yang menghiasi bangunan gereja

Perkembangan Seni Pada Zaman Klasik


PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN KLASIK
Perkembangan seni rupa zaman klasik didasari atas berkembangnya kebutuhan dan kepercayaan. Kepercayaan yang hidup pada zaman prasejarah berkembang pesat pada zaman klasik.  Kepercayaan  awal  pemujaan  terhadap  arwah  (roh  nenek  moyang)  berkembang menjadi kepercayaan kepada para dewa. Kebutuhan sarana  ibadah baik  bentuk  dewa maupun tempat  peribadatan  menjadi alasan mereka menciptakan karya seni rupa, berupa kuil, candi, vihara, dan patung-patung perwujudan dari dewa dan dewi, serta piramid. Didorong oleh perkembangan ilmu dan teknologi, serta ditemukannya bahan logam, menjadikan karya-karya mereka mencapai tahap perkembangan yang dapat mencapai puncak (klasik).
Seni rupa pada zaman klasik ini di seluruh dunia hampir mengalaminya, di Yunani, Romawi, Mesir, India, Mesopotamia, dan Indonesia. Perbedaanya hanya terletak pada waktu. Bisa diambil Seni Klasik di Mesir dengan didasari pada pemujaan terhadap dewa. Fir'aun sebagai  raja  yang  dipercaya  turunan  dewa,  maka  setelah  meninggal  dipatungkan  dalam wujud dewa. Pemujaan terhadap Fir'aun setelah mati bukan sekedar dipatungkan, tetapi juga dibuat  mummi  (mayat  yang  diawetkan).  Mummi  ini  didasari  atas  kepercayaan  bahwa manusia setelah mati rohnya akan bersemayam  melindungi manusia yang  hidup asalkan jasadnya diawetkan. Kebutuhan kepercayaan itulah maka dibuat mummi. Karya seni bentuk lain adalah piramid. Piramid adalah tempat makam Fir'aun. Piramid ini merupakan karya klasik dan monumental.
Pada bagian tempat menyimpan mummi, didalam piramid dibuat kamar (cela): Pada Dinding cela ini digambarkan si mati ketika semasa hidupnya dan kendaraan kapal sebagai kendaran roh si mati menuju nirwana. Karya seni rupa yang lahir adalah relief. Di depan piramid dibangun pintu gerbag (pylon) yang diapit oleh dua tugu (obelix), yang terbuat dari batu utuh dengan ketinggian puluhan meter. Dibelakangnya dibuat patung yang berbadan singa berkepala manusia (sphink), yang mengandung makna simbolis.

Raja-Raja Majapahit

Raja-raja Majapahit Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya d...