PERBEDAAN KEBUDAYAAN AGAMA HINDU DAN ISLAM DI JAWA BARAT
Pengaruh kebudayaan hindu di Jawa Tengah nampak pada pertengahan abad ke-5. Pengaruh itu agaknya untuk pertama kali mengandung lapisan atas. Karenanya dengan bukti-bukti yang sudah ditemukan seperti bukti prasejarah belum dapat diketahui pengaruh kebudayaan hindu telah meresap ke kalangan masyarakat bawah. Oleh karena itu pula kemungkinan besar hanya sebagian kecil masyarakat pada saat itu yang telah memeluk agama hindu. Sedangkan sebagian besar anggota masyarakat masih memeluk atau memuja nenek moyang mereka (Kosoh dkk, 1979:58). Dengan adanya pengaruh yang ditimbulkan dari agama Hindu maka kepercayaan yang memuja nenek moyang tersebut semakin hari berkurang dan berganti dengan memuja dewa atau dapat dikatakan mereka memiliki kepercayaan Hindu.
 |
| Agama Hindu |
Kemungkinan besar pada saat itu hanya kalangan atas yang menganut ajaran agama hindu, karena dianggap hanya lapisan yang boleh menganut atau yang pertama kali mengenal agama hindu. Sedangkan masyarakat lapisan bawah masih belum yakin atau mengerti tentang ajaran agama tersebut, sehingga kalangan bawah masih terfokus pada nenek moyang mereka. Dalam waktu yang bertahap agama tersebut mulai dikenal oleh masyarakat bawah sedikit demi sedikit, sejak saat itulah ada perubahan dari sebagian besar masyarakat. Dengan masuknya agama ini yang telah dikenal dan dianut masyarakat kebudayaan yang ada turut serta berubah secara bertahap, mulai dari pemujaan, bahasa, tulisan dan pemerintahan. Walaupun hal itu belum maksimal, karena masih ada sebagian masyarakat yang tetap mempertahankan ajaran asli yang dianutnya yaitu pemujaan roh-roh nenek moyang. Perubahan ini membawa Indonesia semakin berkembang bagi kebudayaan baik bahasa, tulisan dan ajaran agama
 |
| Kitab Agama Hindu |
Ketika budaya Hindu memasuki tanah nusantara, dewa-dewa yang terdapat pada agama hindu dianggap sebagai leluhur atau roh nenek moyang oleh negeri ini. secara struktural agama yang terdapat dalam kedua sistim yang berbeda atau berlainan hanya nama-nama saja (Kosoh dkk, 1979:75)Dewa-dewa ini bisa dikatakan sebagai nenek moyang agama hindu di Indonesia dengan alasan-alasan tertentu, disebabkan oleh peran dewa-dewa ini sangat berpengaruh bagi perkembangan hindu di berbagai aspek. Selain itu juga kita ketahui bahwa sebelum adanya agama hindu di nusantara, masyarakat lebih mengenal dengan pemujaan roh nenek moyang mereka, hal itu sudah menjadi kepercayaan bagi masyarakat sebelum masuknya hindu, jadi tidak mengherankan bahwa mulainya hindu masuk ke nusantara masyarakat lebih mengenal dewa-dewanya dengan sebutan roh nenek moyang dalam agama hindu