Tampilkan postingan dengan label PERBEDAAN KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERBEDAAN KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2012

CANDI SUKUH

Candi Sukuh merupakan candi yang berlatar belakang agama Hindu. Berdasarkan prasasti yang ada di sekitar candi, Candi Sukuh didirikan antara tahun 1359 - 1378 Saka atau tahun 1437 - 1456 Masehi (sekitar abad XV). Meskipun berlatar belakang agama Hindu, bentuk bangunan candi cenderung kembali ke bentuk bangunan pada jaman pra sejarah yaitu struktur Punden Berundak.Candi Sukuh terletak di Kabupaten Karanganyar, eks Karisidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas.


Sejarah singkat penemuan

Situs candi Sukuh ditemukan kembali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1615 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Kemudian setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, yang berwarganegara Belanda melakukan penelitian. Lalu pada tahun 1928, pemugaran dimulai.Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di dukuh Berjo, desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karisidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta. Kurang lebih 4 kilometer mendaki gunung Lawu lagi, terdapat situs Candi Cetho.Yang membuat Candi Sukuh menarik adalah bentuk candi, arca dan lukisan relief yang sungguh unik dan berbeda dengan candi lainnya. Candi ini dipenuhi arca dan relief yang menggambarkan perwujudan kelamin lelaki dan perempuan secara gamblang, telanjang dan naturalis. Hal inilah yang memicu timbulnya julukan "The Most Exotic Temple in The World" bagi Candi Sukuh. Tak jarang mereka melontarkan tuduhan sebagai candi porno yang mengajarkan pendidikan seks secara vulgar.


Minggu, 13 Mei 2012

PERBEDAAN KEBUDAYAAN AGAMA HINDU DAN ISLAM DI JAWA BARAT

PERBEDAAN KEBUDAYAAN AGAMA HINDU DAN ISLAM DI JAWA BARAT

Pengaruh kebudayaan hindu di Jawa Tengah nampak pada pertengahan abad ke-5. Pengaruh itu agaknya untuk pertama kali mengandung lapisan atas. Karenanya dengan bukti-bukti yang sudah ditemukan seperti bukti prasejarah belum dapat diketahui pengaruh kebudayaan hindu telah meresap ke kalangan masyarakat bawah. Oleh karena itu pula kemungkinan besar hanya sebagian kecil masyarakat pada saat itu yang telah memeluk agama hindu. Sedangkan sebagian besar anggota masyarakat masih memeluk atau memuja nenek moyang mereka (Kosoh dkk, 1979:58). Dengan adanya pengaruh yang ditimbulkan dari agama Hindu maka kepercayaan yang memuja nenek moyang tersebut semakin hari berkurang dan berganti dengan memuja dewa atau dapat dikatakan mereka memiliki kepercayaan Hindu.
Agama Hindu
Kemungkinan besar pada saat itu hanya kalangan atas yang menganut ajaran agama hindu, karena dianggap hanya lapisan yang boleh menganut atau yang pertama kali mengenal agama hindu. Sedangkan masyarakat lapisan bawah masih belum yakin atau mengerti tentang ajaran agama tersebut, sehingga kalangan bawah masih terfokus pada nenek moyang mereka. Dalam waktu yang bertahap agama tersebut mulai dikenal oleh masyarakat bawah sedikit demi sedikit, sejak saat itulah ada perubahan dari sebagian besar masyarakat. Dengan masuknya agama ini yang telah dikenal dan dianut masyarakat kebudayaan yang ada turut serta berubah secara bertahap, mulai dari pemujaan, bahasa, tulisan dan pemerintahan. Walaupun hal itu belum maksimal, karena masih ada sebagian masyarakat yang tetap mempertahankan ajaran asli yang dianutnya yaitu pemujaan roh-roh nenek moyang. Perubahan ini membawa Indonesia semakin berkembang bagi kebudayaan baik bahasa, tulisan dan ajaran agama
Kitab Agama Hindu
Ketika budaya Hindu memasuki tanah nusantara, dewa-dewa yang terdapat pada agama hindu dianggap sebagai leluhur atau roh nenek moyang oleh negeri ini. secara struktural agama yang terdapat dalam kedua sistim yang berbeda atau berlainan hanya nama-nama saja (Kosoh dkk, 1979:75)Dewa-dewa ini bisa dikatakan sebagai nenek moyang agama hindu di Indonesia dengan alasan-alasan tertentu, disebabkan oleh peran dewa-dewa ini sangat berpengaruh bagi perkembangan hindu di berbagai aspek. Selain itu juga kita ketahui bahwa sebelum adanya agama hindu di nusantara, masyarakat lebih mengenal dengan pemujaan roh nenek moyang mereka, hal itu sudah menjadi kepercayaan bagi masyarakat sebelum masuknya hindu, jadi tidak mengherankan bahwa mulainya hindu masuk ke nusantara masyarakat lebih mengenal dewa-dewanya dengan sebutan roh nenek moyang dalam agama hindu

Raja-Raja Majapahit

Raja-raja Majapahit Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya d...