Kamis, 10 Mei 2012

Sistem Politik Ekspansi ke Selatan oleh Jepang di Indonesia Pada Tahun 1930


Sistem Politik Ekspansi ke Selatan oleh Jepang di Indonesia Pada Tahun 1930
Abstract: Pemerintahan Jepang setelah Restorasi meiji mencanangkan diri untuk menjadikan negaranya lebih kuat. Atas dasar Nasionalisme mereka melakukan banyak sekali inovasi dari segala bidang. Salah satunya melakukan ekspansi ke Selatan. Meskipun melakukan banyak sekali inovasi namun Jepang sangat membutuhkan minyak dan berusaha untuk mendapatkan. Meskipun begitu ternyata Jepang belum mampu menahan diri untuk tidak melakukan tindakan Imperialisme seperti bangsa Eropa.
Kata-Kata Kunci: Ekspansi, Jepang, Militer, Sumber Daya Alam

Pendahuluan
Contoh dari keunikan hubungan dari dua Negara ini pada masa sekarang adalah proyek mobil nasional dari Indonesia. Sepertinya Jepang tidak senang dengan adanya proyek ini, karena menurut pandangan jepang proyek ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi dan pasar bebas. Ketidaksenangan jepang ini bahkan sampai merambah ke dunia internasional. Jepang mengancam akan melaporkan Indonesia dan membawa persoalan proyek mobil nasional itu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Walaupun kedua belah pihak masih berusaha untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini tanpa menimbulkan konflik dari kedua belah pihak. Kasus tersebut menjadi contoh tentang betepa sensitifnya hubungan antara Indonesia dengan Jepang di bidang perdagangan. Dengan mempertimbangkan contoh itu, dapat diramalkan bahwa akan terjadi kasus yang lebih banyak dan lebih besar.
Hal itu adalah fakta yang terjadi pada abad ke-21 yang mengedepankan factor ekonomi sebagai factor utama. Jika kita melihat ke belakang yaitu pada masa abad ke-20, maka kondisinya akan berbeda. Pada abad ke-20, persaingan di utamakan pada bidang politik dan militer. Kondisi tersebut didorong keinginan dari Negara-negara di dunia untuk meluaskan kekuasaannya. Di masa ini terjadi politik Tripolar, yaitu politik yag melibatkan 3 jenis Negara. Jenis Negara yang pertama adalah Negara-negara Imperialis Barat (Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda), Negara Imperialis Timur (Jepang), dan Negara-negara terjajah (Korea, Indo-Cina, Filipina, Malaysia, Indonesia, dan Negara-negara kecil di Pasifik). Maka abad ke-21 diwarnai dengan persaingan di bidang ekonomi dan perdagangan yang semakin sengit. Persaingan ini lebih bersifat multi polar atau multi dimensi. Jenis Negara yang terlibat adalah Negara-negara industry maju, Negara-negara industry baru, dan Negara-negara berkembang. Sebelum terjadinya pendudukan Jepang ternyata jauh sebelum itu mereka telah memiliki rancana untuk melakukan ekspansi ke Selatan. Ekspansi yang bertujuan untuk mendapatkan wilayah dan sumber daya alam.
Pembahasan
Masuk dan berkembangnya para warga Jepang di Indonesia  
Perkembangan Negara Jepang pada abad ke-21 ini dapat dikatakan sangat pesat. Jepang tumbuh menjadi Negara yang maju dan menjadi Negara superior di kawasan benua Asia. Keberhasilan Jepang dalam memperoleh kemajuan yang sangat pesat ini tidak terlepas dari perjalan sejarah Negara Jepang sendiri. Sejarah Negara Jepang dapat dikatakan berliku, yaitu pada masa lalu Jepang juga pernah mengalami masa dimana kehidupan rakyat Jepang sengsara. Tetapi, factor yang dominan dari berhasilnya Jepang mengatasi masalah dalam negerinya adalah rasa nasionalisme yang tinggi dari rakyat jepang.
Ada banyak pendapat tentang kelahiran rasa Nasionalisme dari Bangsa Jepang. Ada sebuah pendapat yang menytakan bahwa rasa nasionalisme Jepang muncul pada masa isolasi Tokugawa (1693-1853). Pendapat ini beranggapan bahwa isolasi inilah yang melatarbelakagi munculnya rasa Nasionalisme. Pendapat lain beranggapan bahwa rasa Nasionalisme jepang muncul pada zaman Bakumatsu (akhir masa Tokugawa). Pendapat ini didasarkan munculnya gerakan anti orang asing pada masa itu. Dari pendapat kedua ini, gerakan anti orang asinglah yang menjadi awal munculnya rasa asionalisme. Isolasi yang terjadi pada masa Tokugawa ternyata telah membentuk kepribadian dari bangsa jepang (Goto, 1998: 17). Namun, yang terbentuk adalah masyarakat yang feodal.  System feodal ini tercermin dengan adanya pelapisan social atau Shinokoso. Pelapisan ini layaknya sebuah system kasta. Shinokoso ini bersifat kuat dan sulit terjadi mobilisasi social.
Pembagian kelas secara ketat dan penutupan negeri pada masa isolasi memang menumbuhkan feodalisme dan bukan nasionalisme. Sebab, dalam kenyataannya, secara garis besar masyarakat Tokugawa terbagi atas dua bagian, yaitu kelas bushi (samurai) dan nokosho (rakyat biasa). Kelas bushi hanya terdiri dari enam persen dari jumlah penduduk jepang keseluruhan. Sedangkan kelas nokosho terdiri dari sekitar Sembilan puluh pesen rakyat Jepang. Kedatangan kapal-kapal Rusia telah memaksa Jepang untuk meninggalkan system isolasinya. Kapal-kapal Rusia ini memaksa agar Bakufu (pemerintah Tokugawa) mau berdagang dengan mereka.
Setelah kejadian itu mulai munculnya benih-benih nasionalisme. Salah satu contohnya adalah muncul dan berkembangnya Koku gaku (studi nasional) yang dipelopori oleh Motoori Norinaga. Nasionalisme pada awalnya nasionalisme yang muncul berbentuk Tennoisme (memuliakan kaisar). Tetapi ideology inilah yang nantinya akan menumbuhkan rasa Nasionalisme pada rakyat Jepang. Rasa Nasionalisme ini pada akhirnya menjadi salah satu factor terjadinya Restorasi Meiji.
Pada masa Restorasi Meiji inilah Nasionalisme berkembang pesat. Pada masa ini Jepang mulai membuka diri dengan kebudayaan dan ilmu-ilmu yang berasal dari Negara asing. Factor-faktor yang mendorong berkembang pesatnya Nasionalisme pada masa ini diantaranya adalah sentralisasi dan standardisasi administrasi Negara. Hal itu terbukti dengan dibubarkannya Han yang disusul dengan pembentukan daerah provinsi pada tahun 1871. Didikuti juga dengan dibentuknya UU Wajib Militer (1872), peranan media massa, kominikasi, industrialisasi, dan pembentukan Negara konstitusi. Pada bidang militer, Jepang belajar kepada angkatan darat dari Jerman dan angkatan laut dari Inggris. Walaupun pada masa ini terjadi konflik antara golongan reformis dengan golongan tradisional, tetapi hal itu berhasil diatasi dan tidak terlalu menghambat perkembangan dari Negara Jepang.

kerajaan Demak


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Sebelumnya kerajaan Demak merupakan keadipatian vazal dari kerajaan Majapahit. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1500 hingga tahun 1550 (Soekmono: 1973). Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang telah mendapatkan pengukuhan dari Prabu Brawijaya yang secara resmi menetap di Demak dan mengganti nama Demak menjadi Bintara.(Muljana: 2005). Raden Patah menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak..Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, ia mendirikan Kerajaan Islam dengan Demak sebagai pusatnya. Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, karena kondisi Kerajaan Majapahit yang memang dalam kondisi lemah. Bisa dikatakan munculnya Kerajaan Demak merupakan suatu proses Islamisasi hingga mencapai bentuk kekuasaan politik. Apalagi munculnya Kerajaan Demak juga dipercepat dengan melemahnya pusat Kerajaan Majapahit sendiri, akibat pemberontakan serta perang perebutan kekuasaan di kalangan keluarga raja-raja.( Poesponegoro: 1984).
            Sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, Kerajaan Demak sangat berperan besar dalam proses Islamisasi pada masa itu. Kerajaan Demak berkembang sebagai  pusat perdagangan dan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Wilayah kekuasaan Demak meliputi Jepara, Tuban, Sedayu Palembang, Jambi dan beberapa daerah di Kalimantan. Di samping itu, Kerajaan Demak  juga memiliki pelabuhan-pelabuhan penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik yang berkembang menjadi pelabuhan transito (penghubung). 
            Namun sayangnya, Kerajaan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Bisa dipastikan bahwa pada tahun 1546, Kerajaan Demak berakhir. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Pajang merupakan lanjutan dari Kerajaan Demak, dengan raja pertama sekaligus pendiri dari Kerajaan Pajang adalah Jaka Tingkir
Materi
2.1 Sejarah Perkembangan Kerajaan DemaK
      2.1.1 Letak Geografis Kerajaan Demak
Secara geografis Kerajaan Demak terletak di daerah Jawa Tengah, tetapi pada awal kemunculannya Kerajaan Demak mendapat bantuan dari para bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama Islam. Wilayah Kerajaan Demak pada awalnya hanya sebuah bawahan Kerajaan Majapahit, kemudian berkembang hingga mencapai Banten di Barat dan Pasuruan di Timur. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota

sejarah kerajaan pajang


A.                KERAJAAN PAJANG
2.1              Awal berdirinya Kerajaaan Pajang
Pada abad ke-14 Pajang sudah disebut dalam kitab Negarakertagama karena dikunjungi oleh Hayam Wuruk dalam perjalanannya memeriksa bagian Barat. Antara abad ke-11 dan 14 di Jawa Tengah Selatan tidak ada Kerajaan tetapi Majapahit masih berkuasa sampai kesana. Sementara itu, di Demak mulai muncul Kerajaan kecil yang didirikan oleh tokoh-tokoh beragama Islam. Namun, sampai awal abad ke-16 kewibawaan raja Majapahit masih diakui.
Baru pada akhir abad ke 17 dan awal abad ke-18 para penulis kronik di Kartasura menulis seluk beluk asal usul raja-raja Mataram dmana Pajang dilhat sebagai pendahulunya. Pajang sendiri sebagai kelanjutan dari Pengging pada tahun 1618 yang pernah dihancurkan ibukota dan sawah ladangnya oleh pasukan-pasukan dari Mataram karena memberontak. Di bekas kompleks keraton Raja Pajang yang dikubur di Butuh banyak ditemukan sisa-sisa keramik asal negeri Cina. 
Ceritera mengenai sejarah Pajang malah termuat dalam kitab Babad Banten yang menyebutkan Ki Andayaningrat berputera 2 orang yaitu, Kebo Kenanga dan Kebo Kanigara. Meskipun Majapahit ambruk pada tahun 1625, Pengging dibawah Kebo Kenanga berdaulat terus hingga pertengahan abad ke-16. untuk menundukkan pengging Raja Demak memanfaatkan jasa Ki Wanapala dan Sunan Kudus, dengan cara pendahuluan berupa adu kekuatan ngelmu.
Dua tahun kemudian, Kebo Kenanga berhasil dibunuh sedangkan anak laki-lakinya yaitu Jaka Tingkir kelak mengabdi ke Istana Demak untuk akhirnya mendirikan Kerajaan Pajang dengan sebutan Adi Wijaya.

2.2 Raja-raja yang memerintah di Kerajaan Pajang
2.2.1 JAKA TINGKIR
Nama aslinya adalah Mas Karèbèt, putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Ketika ia dilahirkan, ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir.[1] Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Sepulang dari mendalang, Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia.
Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kesultanan Demak. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Setelah kematian suaminya, Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. Sejak itu, Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir). Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa, dan dijuluki Jaka Tingkir. Guru pertamanya adalah Sunan Kalijaga. Ia juga berguru pada Ki Ageng Sela, dan dipersaudarakan dengan ketiga cucu Ki Ageng yaitu, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.
Silsilah Jaka Tingkir :
Andayaningrat (tidak diketahui nasabnya) + Ratu Pembayun (Putri Raja Brawijaya)→ Kebo kenanga (Putra Andayaningrat)+ Nyai Ageng Pengging→ Mas Karebet/Jaka Tingkir.
Meski dalam Babad Jawa, Adiwijaya lebih dilukiskan sebagai Raja yang serba lemah, tetapi kenyataannya sebagai ahli waris Kerajaan Demak ia mampu menguasai pedalaman Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan baik. Perpindahan pusat Kerajaan ke pedalaman yang dilanjutkan lagi oleh Raja Mataram berpengaruh besar atas perkembangan peradaban Jawa pada abad ke-18 dan 19.
Daerah kekuasaan Pajang mencakup di sebelah Barat Bagelen (lembah Bogowonto) dan Kedu (lembah Progo atas).

Rabu, 09 Mei 2012

Resuman Sekolah Rimba

BAGIAN I 
gambar sekolah rimba
Pada tanggal 24 September 1999 Butet Manurung memulai perjalanannya menuju Kota Bangko, Jambi. Keberangkatannya dari terminal bus Rawamangun, Jakarta menuju Kota Bangko, Jambi membutuhkan waktu sekitar 22 sampai 26 jam. Setelah ia tiba di Kota Bangko, ia langsung menghubungi WARSI. Butet Manurung bekerja sebagai fasilitator pendidikan.
Dalam TNBD terdapat 3 kabupaten yaitu Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Tebo, Kabupaten Sarolangun. Ada sekitar 11 Temenggung (kepala rombong atau kelompok), dengan populasi sekitar 1.300 orang, data ini berdasarkan survey WARSI tahun 1997. Dalam 1 rombong ketemenggungan, ada beberapa rombong lagi yang terdiri dari beberapa bubung (keluarga). Biasanya setiap rombong disebut berdasarkan nama sungai besar di dekat mereka. kelompok yang pertama kalinya didatangi oleh Butet Manurung adalah rombong sungai Tengkuyungon. Saat itu, Butet hanya melihat dua orang laki-laki Orang Rimba, satunya bernama Cerinay yang berumur 21 Tahun. Ia datang untuk menunjukkan jalan kepada rombongan dari WARSI yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Satunya lagi bernama Ngandun (Bepak Terenong) yang berusia 40 tahun. Di Rimba, nama seseorang akan berunah jika ia sudah memiliki anak. Biasanya yang digunakan adalah nama anak pertama.
Ketika bertemu dengan istri dari bepak Terenong yaitu Indok Terenong, Butet kaget karena pada saat itu ia melihat Indok Terenong bertelanjang dada. Di Rimba, perempuan dewasa yang sudah menikah memang tidak mengenakan pakaian, hal ini dilakukan untuk efektivitas karena mereka menyusui bayi yang lahir hampir setiap tahun.

Sejarah Perkembangan Zionis dan perkembangan Israel


SEJARAH PERKEMBANGAN  ZIONISME di ISRAEL SERTA KONFLIK YANGTERJADI dan PENGARUH YAHUDI TERHADAP PERKEMBANGAN DUNIA

Abstrak:     Israel merupakan sebuah negara yang sebagian penduduknya adalah Yahudi. Wilayah Israel saat ini mencakup empat bidang didudukinya selama perang 1967 dan 1973. Yaitu Jalur Gaza di Laut Tengah, Dataran Tinggi Golan di sepanjang perbatasan Suriah, Tepi Barat Sungai Yordan, dan Yerusalem Timur. Perbatasannya dengan Libanon, Suriah, dan Yordania didirikan oleh perjanjian gencatan senjata dan tetap bersifat sementara sambil menunggu penyelesaian perdamaian akhir. Zionisme adalah sebuah gerakan politik Yahudi ekstrem, yang berupaya untuk mendirikan sebuah negara Yahudi (Usrael Raya) di tanah Palestina, sebagai tanah yang dijanjikan dalam klaim teologis mereka. Israel adalah negara yang banyak mendapatkan pertentangan oleh negara Islam yang ada di daerah timur tengah karena banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang Israel. Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai israel. Israel juga mempunyai niat untuk membuat dunia ini berada di kekuasaannya, sehingga negara israel ini menginginkan menjadi penguasa dunia.

Kata Kunci: Israel, Sejarah, Agama, Pengaruh, Yahudi, Zionis, Geografis

Letak Geografis dan sejarah Terbentuknya negara Israsel
Peta Negara Israel
            Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai Israel. Israel terletak di sebelah timur Laut Mediterania, berbatasan dengan Lebanon di sebelah utara, Suriah di sebelah timur laut, Yordania di sebelah timur, dan Mesir di sebelah barat daya. Wilayah kedaulatan Israel, tidak termasuk wilayah yang ditaklukkan semasa Perang Enam Hari tahun 1967 adalah sekitar 20.770 kilometer persegai dengan 2%-nya adalah air. Menurut hukum Israel, luas wilayah keseluruhan Israel, yang meliputi Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan adalah 22.072 kilometer persegi. Sedangkan luas wilayah keseluruhan yang dikontrol Israel, meliputi wilayah Palestina di Tepi Barat adalah 27.799 km2. Tanah Israel, yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Eretz Yisrael, merupakan tanah suci orang Yahudi. Menurut kitab Taurat, Tanah Israel dijanjikan kepada tiga Patriark Yahudi oleh Tuhan sebagai tanah air mereka. Pada cendekiawan memperkirakan periode ini ada pada milenium ke-2 SM. Menurut pandangan tradisional, sekitar abad ke-11 SM, beberapa kerajaan dan negara Israel didirikan disekitar Tanah Israel; Kerajaan-kerajaan dan negara-negara ini memerintah selama seribu tahun ke depan. Antara periode Kerajaan-kerajaan Israel dan penaklukan Muslim abad ke-7, Tanah Israel jatuh di bawah pemerintahan Asiria, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Sassania, dan Bizantium. Keberadaan orang Yahudi di wilayah tersebut berkurang drastis setelah kegagalan Perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132, menyebabkan pengusiran besar-besaran Yahudi. Pada tahun 628/9, Kaisar Bizantium Heraklius memerintahkan pembantaian dan pengusiran orang-orang Yahudi, mengakibatkan populasi Yahudi menurun lebih jauh.

PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI


PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI
Lahimya agama kristen yang percaya terhadap Sang Kristus, maka melahirkan kebutuhan  baru  yaitu  sarana  beribadah  yang  berupa  bangunan  gereja.  Gereja-gereja  ini banyak dibangun di seluruh penjuru dunia terutama didunia barat  (Eropa dan Amerika) banyak seni rupa bentuk bangunan gereja itu sangat kokoh dan agung. Sarana ibadah berupa patung Yesus Kristus, salah satu patung karya zaman Nasrani. Gereja-gereja selain kokoh dan monumental juga dihiasi dengan hiasan yang indah, yang memenuhi dinding dan langit - langit gereja, teknik lukisan kaca dan kaca patri lahir pada zaman Nasrani ini, selain teknik hias marmer berwarna dengan gaya naturalis yang menghiasi bangunan gereja

Perkembangan Seni Pada Zaman Klasik


PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN KLASIK
Perkembangan seni rupa zaman klasik didasari atas berkembangnya kebutuhan dan kepercayaan. Kepercayaan yang hidup pada zaman prasejarah berkembang pesat pada zaman klasik.  Kepercayaan  awal  pemujaan  terhadap  arwah  (roh  nenek  moyang)  berkembang menjadi kepercayaan kepada para dewa. Kebutuhan sarana  ibadah baik  bentuk  dewa maupun tempat  peribadatan  menjadi alasan mereka menciptakan karya seni rupa, berupa kuil, candi, vihara, dan patung-patung perwujudan dari dewa dan dewi, serta piramid. Didorong oleh perkembangan ilmu dan teknologi, serta ditemukannya bahan logam, menjadikan karya-karya mereka mencapai tahap perkembangan yang dapat mencapai puncak (klasik).
Seni rupa pada zaman klasik ini di seluruh dunia hampir mengalaminya, di Yunani, Romawi, Mesir, India, Mesopotamia, dan Indonesia. Perbedaanya hanya terletak pada waktu. Bisa diambil Seni Klasik di Mesir dengan didasari pada pemujaan terhadap dewa. Fir'aun sebagai  raja  yang  dipercaya  turunan  dewa,  maka  setelah  meninggal  dipatungkan  dalam wujud dewa. Pemujaan terhadap Fir'aun setelah mati bukan sekedar dipatungkan, tetapi juga dibuat  mummi  (mayat  yang  diawetkan).  Mummi  ini  didasari  atas  kepercayaan  bahwa manusia setelah mati rohnya akan bersemayam  melindungi manusia yang  hidup asalkan jasadnya diawetkan. Kebutuhan kepercayaan itulah maka dibuat mummi. Karya seni bentuk lain adalah piramid. Piramid adalah tempat makam Fir'aun. Piramid ini merupakan karya klasik dan monumental.
Pada bagian tempat menyimpan mummi, didalam piramid dibuat kamar (cela): Pada Dinding cela ini digambarkan si mati ketika semasa hidupnya dan kendaraan kapal sebagai kendaran roh si mati menuju nirwana. Karya seni rupa yang lahir adalah relief. Di depan piramid dibangun pintu gerbag (pylon) yang diapit oleh dua tugu (obelix), yang terbuat dari batu utuh dengan ketinggian puluhan meter. Dibelakangnya dibuat patung yang berbadan singa berkepala manusia (sphink), yang mengandung makna simbolis.

Raja-Raja Majapahit

Raja-raja Majapahit Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya d...