Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Sejarah Arkeologi Maritim Ditinjau dari perkembangan perahu di Indonesia

Sejarah Arkeologi Maritim Ditinjau dari perkembangan perahu di Indonesia

A.    Latar Belakang Masalah.
Indonesia merupakan Negara yang terkenal dengan negara maritim karena wilayah indonesia lebih dari separuhnya adalah wilayah perairan. Selain itu indonesia jug terkenal sebagai negara seribu pulau karena negara indonesia memiliki banyak pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tentunya tidak pernah lepas dari perkembangan teknologi pelayaran, dalam hal ini mengkaji mengenai teknologi perahu yang merupakan saah satu hasil budaya bahari yang sejak lama telah memegang peranan penting dalam perkembangan sejarah Indonesia.
Perkembangan perahu di Nusantara terjadi sejak masa prasejarah yang telah memegang peranan penting dalam kehidupan manusia di dunia termasuk Nusantara. Perahu selain memiliki fungsi sosial ekonomi sebagai alat transportasi air, untuk berkomunikasi antar masyarakat, perdagangan dan sarana mencari ikan, perahu juga berkaitan erat dengan religi masyarakat pendukungnya yang mendiami pulau-pulau di Nusantara. Berdasarkan data dan bukti-bukti yang menunjukkan adanya perkembangan perahu di Nusantara memang belum banyak dikaji, sehingga dalam penjelasan yang lebih kongkret mengenai perkembangan sejarah maritim di Nusantara belum banyak peneliti yang mendeskripsikannya.
 Dalam perkembangannya perahu di Nusantara memilki beberapa karakteristik model dan bentuk perahu yang didasari oleh fungsi dan kegunaannya. Bentuk perahu yang ada di Nusantara memiliki perbedaan baik dari segi bentuk dan teknologi yang telah dipakai dalam pembuatan perahu. Perbedaan perahu yang terdapat di nusantara didasari oleh faktor alam dan faktor manusia itu sendiri Dalam penulisan makalah ini akan dijelaskan mengenai perkembagan perahu berdasarkan periodisasinya dimulai dari zaman prasejarah kemudian berlanjut pada masa kerajaan Hindu-Budha. Dalam hal ini penulis akan mencoba mengemukakan materi penjelasan mengenai perkembangan teknologi maupun periodisasi penggunaan perahu dalam kehiduapan masyarakat di Nusantara.



  1. Rumusan Masalah.
           1.       Bagaimana perkembangan perahu pada masa Prasejarah di Nusantara?
           2.       Bagaimana perkembangan perahu pada masa kerajaan di Nusantara ?

  1. Tujuan Penelitian
          1.        Untuk mengetahui perkembangan perahu pada masa Prasejarah di Nusantara.
          2.        Untuk mengetahui perkembangan perahu pada masa kerajaan di Nusantara.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Perkembangan Perahu pada masa Prasejarah.
Menurut catatan prasejarah, asal mula transportasi air melalui penyebrangan sungai sudah dilakukan sejak zaman Paleolitik atau zaman batu yang merupakan zaman purba ketika manusia masih mennggunakan peralatan batu. Kemudian berkembang pada zaman Neolitik yang sudah menggunakan peralatan batu cetakan halus. Transportasi laut yang mula-mula muncul adalah coracle yang dikenal di Inggris, dengan bentuk seperti mangkuk bulat telur yang terbuat dari kerangka kayu yang dilapisi denan kulit binatang yang kemudian berkembang menjadi kano.
Perahu jenis kano mulai berkembang di Nusantara dan berawal pada zaman Neolitik. Perkembangan kano mulai diadaptasikan dan dibuat oleh manusia pada zaman itu dengan peralatan seadanya. Mengenai cara pembuatannnya akan dijelaskan lebih rinci dalam pernyataan dibawah ini.
“Perkembangan Kano di Nusantara sudah dikenal manusia pada masa Neolitik, dimana pada cara pembuatannya manusia pada zaman itu menggunakan batang pohon yang telah ditumbangkan kemudian dipotong dengan peralatan batu, ukuran potongan disesuaikan dengan ukuran perahu yang akan dibuat, kemudian kulit-kulit pohon dikelupas dengan menggunakan peralatan beliung dan belicung. Sedangkan untuk membuat rongga lubang, batang dibakar sambil dihaluskan menggunakan beliung dan belicung” (Pramono, 2005:103).

Senin, 28 April 2014

PENGARUH PERKEMBANGAN BUDAYA PERADABAN BACHSON HUABIN

Pengaruh budaya dan Peradaban  Bacson, Hoa - Bihn, dan Dongson dengan perkembangan budaya masyarakat awal di kepulauan Indonesia

Secara geografis, wilayah Indonesia berada pada posisi silang di antara dua benua (Asia dan Australia) dan diantara dua samudera (Hindia dan Pasifik). Posisi silang tersebut menjadikan Indonesia mudah mendapatkan pengaruh dari luar, terutama pengaruh terhadap peradaban dan budaya. Untuk dapat lebih memahami apa dan bagaimana pengaruh dari luar tersebut terhadap peradaban dan budaya Indonesia, perhatikan uraian materi di bawah ini dengan saksama!

Peradaban Lembah Sungai Mekong.
.LokasiPeradaban Lembah Sungai Mekong beraal dari Daerah pegunungan Kwen Lun di Asia Tengah yang mengalir melalui daerah Cina Selatan, Sungai Mkong menjadi perbatasan antara  Thailand dan Indo Cina dan membangun Tanjung Kamboja seperti paruh bebek. Sehingga nantinya Sungai Mekong memberikan kesuburan tanah kepada daerah-daerah yang dilalui, seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja.

2. Pendukung Manusia-manusia kuno juga berasal dari Asia Tengah. Melalui sungai atau lembah mereka menyebar ke daerah pantai. Penyebaran mereka mungkin disebabkan karena adanya wabah penyakit atau bencana alam. Dari fosil yang ditemukan, dapat dinyatakan bahwa mereka terdiri atas beberapa macam ras, yaitu: 
a. Ras Papua Melanesoid,
b. Ras Europaede
c. Ras Mongoloide
d. Ras Austroloide
e. Ras Melayu
Istilah bacson-hoabinh ini dipergunakan sejak tahun 1920 -an yaitu untuk
menunjukan suatu tempat pembuatan alat -alat batu yang khas dengan ciridari
peninggalan kebudayaan bacson-hoabinh
Percampuran antara Ras Papua Melanesoid dengan Ras Europaede, mereka melahirkan bangsa Melayu yang berkulit sawo matang. Daerah Teluk Tonkin di  Indo Cina merupakan tanah air mereka yang kedua. Dari Indo Cina mereka menyebar ke Kamboja, Muangthai yang kemudian menjadi bangsa  Austro-Asia, dan sebagian besar ke kepulauan yang kemudian menjadi bangsa Austronesia.

3.      Pusat Peradaban

Pada lembah sungai Mekong terdapat dua pusat peradaban, yaitu:

a. BacsonHoabinh yang nantinya terkenal dengan kebudayaan Mesolithikum atau kebudayaan batu tengah.
b.Dongson yang nantinya terkenal dengan kebudayaan perunggu.

4.      Kehidupan Masyarakat.
Para ahli berpendapat bahwa masyarakat pendukung Peradaban Lembah Sungai Mekong berasal dari Asia Tengah. Melalui sungai alau lembah- lembah mereka menyebar ke daerah pantai  dan akhirnya sampai dan hidup menetap di Lembah Sungai Mekong. Kehidupan mereka adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki kepandaian dalam bercocok tanam, baik dalam tingkat berladang maupun bersawah
LATIHAN 1.1
1. Berikan contoh tentang ilmu perbintangan yang kamu ketahui!
2. jelaskan keadaan masyarakat lembah sungai Mekong!
Bercocok tanam meliputi berladang maupun bersawah. Hasilnya berupa padi yang merupakan bahan makanan pokok, di samping palawija yang merupakan tanaman selingan, seperti kacang, kedelai, dan jagung. Untuk mengerjakan sawah, mereka menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau atau sapi.

b.      Memiliki keahlian membuat perahu yang disebut perahu bercadik.
Perahu ini dipergunakan untuk perpindahan dari daratan Asia ke daerah kepulauan (Austronesia). Salah satu ciri khas perahu buatan bangsa Melayu adalah dipergunakannya cadik. Cadik terbuat dari kayu atau bambu dan yang membuat perahu menjadi seimbang sehingga tidak mudah goyang.
c.       Memiliki pengetahuan tentang perbintangan ( astronomi)
Pengetahuan astronomi dipergunakan bangsa Melayu untuk pertanian dan pelayaran. Gugusan bintang Waluku yang bentuknya seperti bajak dipergunakan sebagai tanda untuk mengetahui datangnya musim bercocok tanam; sedangkan gugusan Bintang Salib Selatan dipergunakan untuk

mengetahui arah dalam pelayaran.

d.       Mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme
Pemujaan roh nenek moyang (animisme) dan pemujaan terhadap benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib (dinamisme) adalah kepercayaan yang mereka kenal. Dalam prakteknya kedua macam kepercayaan itu menimbulkan kebudayaan wayang, pemujaan makam dan sebagainya.

Sabtu, 29 Maret 2014

Latar Belakang Timbulnya Sistem Tanam Paksa



Pada tahun 1830, Johannes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal Hindia Belanda yang diserahi tugas tugas utama meningkatkan produksi tanaman ekspor yang terhenti selama sistem pajak tanah berlangsung. Beban tugas yang berat tersebut didorong oleh keadaan parah keuangan negeri Belanda karena hutang yang besar. Menurut Poesponegoro (2008: 325) menyatakan bahwa masalah keuangan yang membelit Belanda tidak dapat ditanggulangi Belanda sendiri, pemikiran timbul untuk mencari pemecahan-pemecahannya di koloni-koloninya di Asia, yaitu di Indonesia. Hasil pertimbangan-pertimbangan ini menjadi gagasan Sistem Tanam Paksa yang diintroduksi oleh van den Bosch sendiri.
Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) merupakan sebuah eksperimen unik dalam rekayasa sosio-ekonomi.  Van den Bosch  adalah salah satu orang dari Belanda yang diangkat menjadi Komisaris Jenderal yang memiliki kekuasaan luar biasa, yang pada saat itu menguasai sepenuhnya di Indonesia. Ia menerapkan Sistem Tanam Paksa untuk orang-orang pribumi Jawa guna sebagai bentuk pembaharuan dari sistem sebelumnya yang pernah mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya, yaitu sistem pajak tanah. Sebelumnya, pelaksanaan sistem ini  menimbulkan beberapa sikap buruk yang dimiliki dari orang Belanda, diantaranya Belanda tidak dapat menciptakan hubungan baik dengan pihak petani Jawa, sehingga kekerabatan antara mereka tidak terjalin dengan baik. Belanda juga tidak mencoba untuk mendekati para bupati dan kepala desa, yang nantinya dapat membantu mereka untuk mengekspor  tanaman-tanaman yang terdapat di Jawa untuk dimanfaatkan pihak Belanda sendiri.
Melihat kegagalan dari sistem tersebut, akhirnya Van den Bosch beralih ke sistem yang baru yaitu cultuurstelsel (tanam paksa). Dengan mengamati letak geografis di pulau Jawa  yang sangat luas dan memiliki berbagai macam tanaman berharga, Belanda membuat peraturan baru yang jauh berbeda dari sistem sebelumnya. Diantaranya adalah merubah strategi pada pajak yang dikehendaki dengan mengharuskan rakyat Jawa membayarnya dalam bentuk barang, yaitu menyerahkan sebagian hasil-hasil pertanian mereka untuk diserahkan kepada pihak Belanda, bukan lagi dengan menyerahkan dalam bentuk uang yang dilakukan pada masa pajak tanah.
Setelah tiba di Indonesia (1830) Van den Bosch menyusun program sebagai berikut :
1.      sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan pelaksanaannya sulit.
2.      Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah.  
3.      Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya kepada pemerintah Belanda.

Selasa, 24 September 2013

muncul dan berkembangnya agama hindu dan budha

A.    MUNCUL dan BERKEMBANGNYA AGAMA HINDU di INDIA
1. MUNCULNYA AGAMA HINDU di INDIA
Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa (Peradaban Lembah Sungai Indus) melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya.
Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida yang masih memuja roh nenek moyang. Berkembanglah Agama Hindu yang merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut kebudayaan Hindu yang selanjutnya menjadi agama Hindu. Daerah perkembangan pertama agama Hindu adalah di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).

DEWA
Orang Arya percaya dan memuja banyak dewa (Polytheisme). Bagi mereka, tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam sehingga perlu disembah/ dipuja dan dihormati. Contoh dewa dalam kepercayaan bangsa Arya:
Pretivi sebagai dewa Bumi, Surya sebagai Dewa Matahari, Vayu sebagai Dewa Angin, Varuna sebagai Dewa Laut, Agni sebagai Dewa Api.
Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama, yaitu:
Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu.
Wisnu sebagai dewa pemelihara alam
Siwa sebagai dewa perusak
Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti

KITAB SUCI
Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Pemujaan terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. Ajaran ritual yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:
·        Reg Veda, berisi tentang ajaran-ajaran Hindu, merupakan kitab tertua (1500-900 SM) kira-kira muncul saat bangsa Aria ada di Punjab.
·        Yajur Veda, berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama, lahir saat bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.
·        Sama Veda, berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara agama.
·        Atharwa Veda, berisi kumpulan mantera-mantera gaib, doa-doa untuk menyembuhkan penyakit. Doa/mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir.

Selain itu terdapat kitab-kitab sebagai berikut.
ü      Kitab Brahmanas berisi pedoman ritual keagamaan bagi para Brahmana. Kitab Brahmana merupakan tafsir dari kitab Weda
ü      Upanishad berisi khotbah-khotbah gaib. Kitab Upanisad berisi ajaran tentang cara-cara  menghindarkan diri dari samsara.
ü      Aranyakas berisi kitab untuk para pertapa.

Om merupakan simbol agama Hindu jika diucapkan secara sangat sakral sama saja dengan berdoa itu sendiri.


Rabu, 16 Januari 2013

Kondisi dan letak Georgrafis Rengasdengklok


Kondisi dan letak Georgrafis Rengasdengklok
            Karawang adalah salah satu daerah yang memiliki perjalanan  sejarah sangat panjang, karena Karawang mulai muncul dalam panggung sejarah pada pertengahan  abad ke-15. Eksistensi  Karawang  yang lebih jelas terjadi mulai dekade ketiga abad ke-17, ketika daerah itu mulai berstatus sebagai kabupaten. Dalam perjalanan sejarahnya, di Karawang terjadi berbagai peristiwa penting yang   merefleksikan   sikap   dan   gejolak   masyarakat   dalam   menghadapi intervensi pihak luar. Gejolak itu mencapai klimak pada sekitar proklamasi dan revolusi kemerdekaan.
Pada waktu yang tercakup ke dalam masa revolusi kemerdekaan Indonesia, Karawang adalah salah satu basis perjuangan dalam upaya merebut dan   mempertahankan   kemerdekaan.   Waktu   itu   Kabupaten   Kawarang   – termasuk ke dalam wilayah Keresidenan Jakarta -- dengan ibukota Purwakarta, terdiri  atas  8  kewedanan,   yaitu  Karawang,   Purwakarta,   Rengasdengklok, Cikampek, Subang, Sagalaherang, Ciasem, dan Pamanukan.
Rengasdengklok merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia,  yakni sebagai tempat dimana Naskah Prokalamasi di buat sekaligus sebaagai tempat  yang digunakan oleh golongan muda untuk menyembunyikan para golongan tua seperti Ir. Sukarno dan Drs. Moh Hatta dari pengaruh bangsa Jepang.
Tokoh-tokoh  pemuda  sudah  tidak  sabar  untuk  segera  mem- proklamasikan    kemerdekaan.    Oleh   karena   itu,   Sukarno-Hatta    terpaksa “diculik”.   Rengasdengklok   dipilih  menjadi  tempat  “penyanderaan”   kedua tokoh tersebut dengan beberapa pertimbangan:
1.      Letak Rengasdengklok cukup strategis, karena merupakan daerah belakang Jakarta sebelah timur, sehingga baik menjadi pangkalan mundur bagi perjuangan di Jakarta.
2.       Daerah itu dikuasai oleh kompi Tentara PETA yang bermarkas di sana, di bawah pimpinan Cudanco Umar Bahsan (semula Cudanco Subeno).
3.      Kompi PETA Rengasdengklok sudah sejak lama bersikap antipati terhadap tentara Jepang,  bahkan merencanakan  untuk melancarkan  pemberontakan. Rencana   itu   mendapat   dukungan   sejumlah   besar   rakyat   Karawang, khususnya  penduduk  Ujung  Karawang.  Hal  itu  berarti  rakyat  Karawang sudah siap menyambut kemerdekaan.

KEBIJAKAN PEREKONOMIAN PORTUGIS, SPANYOL, DAN VOC DI INDONESIA


 KEBIJAKAN PEREKONOMIAN PORTUGIS, SPANYOL, DAN VOC DI INDONESIA
Kebijakan ekonomi  itu sendiri adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi. Kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan suku bunga dan anggaran pemerintah serta  pasar  tenaga kerja kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian.
Ø  Kebijakan ekonomi portugis
Kebijakan oleh pemerintahan Portugis yakni menerapkan Monopoli perdagangan Portugis di daerah Sunda Kelapa dan Maluku pada tahun 1511 melalui Alfonso de Albuquerque. Namun monopoli ini gagal karena Portugis kekurangan kapal untuk mengangkut rempah-rempah dan komoditi lainnya (Djoened.1992:15). Selain itu kegagalan Portugis dalam memonopoli perdagangan di Maluku dikarenakan banyak pegawai-pegawai dari pihak Portugis yang melakukan korupsi dan menimbun sendiri hasil panen dari pihak petani. Kegagalan pihak Portugis juga disebabkan oleh hancurnya armada kapal Portugis di Jawa akibat perang di Malaka pada tahun 1511. Selain itu dengan kembali aktifnya perdangangan Asia menyebabkan sistem monopoli Portugis menjadi tidak efektif ( Ricklefs.2008:45 ).  Namun pada tahun 1512 Alfonso de Albuquerque mengirimkan armada yang terdiri dari 3 kapal layar yang dipimpin oleh Antonio de Abreu namun salah satu armada kapal tersebut tenggelam di perairan Madura yang tujuan utama atas pengiriman armada Portugis itu untuk membangun monopoli perdagangan cengkih (Djoened.1992:20).
Setibanya di Pulau Maluku kapal Portugis disambut baik oleh Sultan Aby Lais, Sulta, mereka kemudian membuat perjanjian kepada pihak Portugis tentang pembuatan benteng di Ternate dengan imbalan Sultan Ternate akan menyediakan cengkeh bagi Portugis. Kemunduran Bangsa Portugis dalam menguasai monopoli  disebabkan adanya korupsi dan kalahnya armada Portugis dari Malaka. Selain itu juga disebabkan dengan adanya pembunuhan sultan Khairun (1537-1570) yang menyebabkan Sultan Baabullah yang merupakan anak dari Sultan Khairun mengadakan perawanan terhadap Portugis dengan mengepung basis kekuatan Portugis dan mengepung benteng pertahanan Portugis selama 5 tahun.

Jumat, 09 November 2012

Kebijakan bangsa Eropa di Indonesia


Kedatangan BangsaEropa di Indonesia Serta Kebijakan yang Diberikan
Awal kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara ( Indonesia ) pada abad 16.  Mereka datang ke Indonesia dalam misi mencari sumber rempah-rempah yang menjadi salah satu komoditi dagang paling dicari di Eropa (Paramita rahayu.2008.228.)  kenyataan ini lah yang mendorong banyaknya bangsa Eropa yang mulai datang untuk mencari sumber-rempah-rempah. Kedatangan bangsa Portugis pada awal abad  ke 16 telah memulai ekspansi bangsa Eropa ke Indonesia, kemudian dilanjutkan oleh bangsa Spanyol, Bangsa Belanda Melalui VOC, kemudian Inggris. Bangsa Eropa dalam petualangannya ke Indonesia telah memberikan pengaruh-pengaruh dalam bidang ekonomi dan melakukan kebijakan-kebijakan ekonomi baik untuk mengambil hati masyarakat Indonesia maupun untuk menguasai hasil rempah-rempah di Indonesia.
 Kebijakan ekonomi  itu sendiri adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan suku bunga dan anggaran pemerintah serta  pasar  tenaga kerja kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian. Kebijakan ekonomi yang diterapkan olah bangsa eropa di Indonesia ada bermacam-macam yakni

Selasa, 06 November 2012

Pandai Besi dan Karyanya


Pandai Besi

ANN Dunham, antropolog Amerika Serikat dan ibu Presiden Amerika Barack Obama, terpaku heran melihat dua pembesar desa menunjukan sikap takzim pada perajin keris, Pak Djeno. Mereka berbicara dengan nada yang direndahkan. Kepala mereka seringkali menunduk ketika mendengar Pak Djeno berbicara. Tak seperti yang Ann kenal, sikap mereka berbeda; tak ada kelakar dan tawa dari mereka sebagaimana biasa. Dua pembesar itu menemani Ann yang sedang menyusun disertasi mengenai pandai besi di Indonesia. Pada 1988, Ann menyambangi desa di Sleman, Yogyakarta, untuk menambah bahan-bahan penulisan.
Sebelumnya, Ann tak tahu bahwa pandai besi memiliki posisi yang tinggi meski secara kelas sosial wong cilik. Dia baru tahu saat menatap rajah silsilah di dinding rumah Pak Djeno. Rajah itu menunjukan Pak Djeno sebagai generasi keempatbelas keturunan pandai besi Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Ann terkesiap. Di tengah rasa kejutnya, Ann disodorkan beberapa keris oleh Pak Djeno. Dia memutuskan membeli salah satunya. Sikap dua pembesar desa terhadap Ann pun berubah. Kejadian ini dia tuangkan dalam disertasinya yang telah dibukukan, Pendekar-Pendekar Besi Nusantara.
Pandai besi telah ada sejak berpuluh abad lampau. Menurut arkeolog Titi Surti Nastiti dalam Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna, cukup banyak prasasti yang menyebut keberadaan mereka. Kala itu, mereka dikenal sebagai pandai wsi (besi). 
Beberapa desa di Jawa Tengah seperti Tanggung dan Kedok dikenal sebagai asal pandai besi sedari abad ke-8. Mereka mengolah bijih besi yang terdapat di dekat tempat tinggalnya, terutama wilayah perbukitan. Dari sini terbentuk jejala industri besi rumah tangga. Di pasar, mereka menjual karyanya berupa pisau, parut, loyang, cetakan kue, dan alat-alat pertanian.      
Waktu itu, masyarakat Jawa menempatkan pandai besi pada posisi unik. Ada yang menganggap keahlian mereka tak lebih dari tukang sehingga status dan kelas sosialnya rendah. “Dalam beberapa naskah kesusastraan seperti Slokantara (abad ke-14) dan Agama Adigama, kelompok pandai dimasukkan ke dalam kelompok candala, yaitu kelompok masyarakat yang kedudukannya paling rendah,” tulis Titi.

Selasa, 18 September 2012

Golongan muda dan Golongan tua dalam reformasi Indonesia

Pertentangan antara golongan tua dan muda terjadi jauh sebelum mendekati proklamasi yaitu saat Soekarno menjabat sebagai ketua Jawa Hookokai. Bertempat di gedung Hookokai depan Lapangan Banteng tanggal 8 Juni 1945 Soekarno didatangi para pemuda yang ingin menyampaikan aspirasinya. Ketika itu masa-masa sidang kedua BPUPKI dan tuntutan para pemuda adalah agar kemerdekaan benar-benar diperjuangkan dan segera diproklamasikan. Menurut para pemuda kemerdekaan Indonesia tidak perlu menunggu perintah dari Jepang.

Para pemuda pemberani dan revolusioner tersebut adalah anggota Gerakan Angkatan Baru yang diketuai oleh BM. Diah. Mereka berusaha menjelaskan kepada Soekarno bahwa mereka mengikuti setiap berita yang dilaporkan melalui radio-radio luar negeri. Berdasarkan berita yang mereka dengar, dikabarkan bahwa kekuatan Jepang di perang telah terdesak oleh sekutu. Diperkirakan tidak lama lagi Jepang akan lumpuh. Namun pernyataan dan berita menggembirakan itu tidak dapat meyakinkan Soekarno, karena Soekarno tetap bersihkukuh pada keputusan panitia untuk melanjutkan sidang BPUPKI.

Jumat, 11 Mei 2012

Letak Geografis Benua Asia


BENUA ASIA

I.  Kondisi Umum Benua Asia.
Asia merupakan benua terbesar yang berada di bumi.
  1. Luas wilayah benua Asia.
Sebagai benua terluas di bumi Asia mempunyai luas sekitar 43.998.920 Km2.
  1. Letak Astronomis Benua Asia.
Asia terletak di 77º LU-11º LS dan 26º BT-169º BT.
C. Letak Geografis Benua Asia. Secara geografis Asia terletak antara Benua Eropa dan Benua Australia serta di antara Samudera Hindia, Pasifik, dan Arktic.
D. Letak Geologis Benua Asia. Secara geologis Asia menyatu dengan Benua Eropa yang sering disebut Eurasia.
E. Batas-batas wilayah benua Asia;
1.      Utara : Samudera Arktic dan Selat Bering,
2.      Timur : Samudera Pasifik,
3.      Selatan : Samudera Hindia,
4.      Barat    : Laut Tengah dan Laut Merah
F. Bentang Alam
Relief Asia bergunung-gunung yang tertinggi adalah Pegunungan Himalaya dengan puncaknya yaitu Mount Everest 8848 M, yang juga merupakan puncak tertinggi di bumi. Semakin ke timur dan tenggara pegunungan Himalaya semakin landai. Di arah barat reliefnya semakin melandai membentuk plato-plato di kawasan Iran dan Turki. Kemudian terdapat pegunungan yang terpisah di antaranya yaitu: Jazirah Arab yaitu sepanjang laut merah Teluk Aden, Pegunungan di selatan yaitu pegunungan Dekkan, Pegungan di Sri Langka, Di Indonesia, dan lain-lain. Kemudian daratan rendah terdapat di daerah sekitar atau pinggir aliran sungai-sungai besar seperti S. Huang HO dan Hindust serta di daerah Indocina dan semenanjung Malaka. Adapun daerah Depresi atau tanah yang turun antara lain: D. Kaspia, Aral, Laut Baikal. Sungai besarnya antara lain: S. Yang Tse, Mekong, Huang HO, Amor, S. Brahma Putra, dan S. Indush.
G. Iklim.
Iklim di Asia beraneka ragam karena daerahnya yang sangat luas. Pembagiannya yaitu:
1.       Asia Utara : Continental Kutub, terutama wilayah Siberia Utara;
2.       Asia Tengah : Continental Kering, terutama Gurun Gobi.
3.       Asia Barat : Darat atau gurun,  terutama Jazirah Arab dan Plato Iran Iklim Mediterania, terutama Jazirah Anatolia.
4.       Asia selatan dan Tenggara : Tropis Basah.
5.       Jepang dan Semenanjung Korea : Sub Tropis.
H. Keadaan Penduduk.
Pada tahun 1998 diperkirakan jumlah penduduk Asia sebesar 3.604.000.000 jiwa. Penduduk Asia terdiri dari berbagai tip eras yang telah bercampur baur sehingga menimbulkan Asimilasi. Ras yang ada di Asia antara lain:
1.       Asia timur dan tenggara : Termasuk Ras Mongoloid dan Ras Melayu.
2.       Asia utara dan tengah : Mayoritas termasuk Ras Kaukasoid.
3.       Asia selatan bagian selatan : Mayoritas ras Kaukasoid dan Negroid.
4.       Asia kecil dan barat : Mayoritas ras Europoid dan Negroid.
5.       Asia barat bagian selatan : Mayoritas ras Negroid.
Kepadatan di Benua Asia tidak merata, tergantung dengan dimana tempat tersebut. Pada umumnya tempat yang paling padat adalah daerah lembah sungai dan daerah pantai.
I. Perekonomian penduduk.
Sebagian besar bermata pencaharian di bidang Agraris dan Pertambangan. Hanya beberapa Negara saja yang Industrinya telah berkembang, misalnya Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Pertambangan minyak bumi banyak dihasilkan di Timur tengah, Indonesia, dan Brunei Darusallam.

II. Beberapa Negara dikawasan Benua Asia.

Kamis, 10 Mei 2012

sejarah kerajaan pajang


A.                KERAJAAN PAJANG
2.1              Awal berdirinya Kerajaaan Pajang
Pada abad ke-14 Pajang sudah disebut dalam kitab Negarakertagama karena dikunjungi oleh Hayam Wuruk dalam perjalanannya memeriksa bagian Barat. Antara abad ke-11 dan 14 di Jawa Tengah Selatan tidak ada Kerajaan tetapi Majapahit masih berkuasa sampai kesana. Sementara itu, di Demak mulai muncul Kerajaan kecil yang didirikan oleh tokoh-tokoh beragama Islam. Namun, sampai awal abad ke-16 kewibawaan raja Majapahit masih diakui.
Baru pada akhir abad ke 17 dan awal abad ke-18 para penulis kronik di Kartasura menulis seluk beluk asal usul raja-raja Mataram dmana Pajang dilhat sebagai pendahulunya. Pajang sendiri sebagai kelanjutan dari Pengging pada tahun 1618 yang pernah dihancurkan ibukota dan sawah ladangnya oleh pasukan-pasukan dari Mataram karena memberontak. Di bekas kompleks keraton Raja Pajang yang dikubur di Butuh banyak ditemukan sisa-sisa keramik asal negeri Cina. 
Ceritera mengenai sejarah Pajang malah termuat dalam kitab Babad Banten yang menyebutkan Ki Andayaningrat berputera 2 orang yaitu, Kebo Kenanga dan Kebo Kanigara. Meskipun Majapahit ambruk pada tahun 1625, Pengging dibawah Kebo Kenanga berdaulat terus hingga pertengahan abad ke-16. untuk menundukkan pengging Raja Demak memanfaatkan jasa Ki Wanapala dan Sunan Kudus, dengan cara pendahuluan berupa adu kekuatan ngelmu.
Dua tahun kemudian, Kebo Kenanga berhasil dibunuh sedangkan anak laki-lakinya yaitu Jaka Tingkir kelak mengabdi ke Istana Demak untuk akhirnya mendirikan Kerajaan Pajang dengan sebutan Adi Wijaya.

2.2 Raja-raja yang memerintah di Kerajaan Pajang
2.2.1 JAKA TINGKIR
Nama aslinya adalah Mas Karèbèt, putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Ketika ia dilahirkan, ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir.[1] Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Sepulang dari mendalang, Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia.
Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kesultanan Demak. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Setelah kematian suaminya, Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. Sejak itu, Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir). Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa, dan dijuluki Jaka Tingkir. Guru pertamanya adalah Sunan Kalijaga. Ia juga berguru pada Ki Ageng Sela, dan dipersaudarakan dengan ketiga cucu Ki Ageng yaitu, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.
Silsilah Jaka Tingkir :
Andayaningrat (tidak diketahui nasabnya) + Ratu Pembayun (Putri Raja Brawijaya)→ Kebo kenanga (Putra Andayaningrat)+ Nyai Ageng Pengging→ Mas Karebet/Jaka Tingkir.
Meski dalam Babad Jawa, Adiwijaya lebih dilukiskan sebagai Raja yang serba lemah, tetapi kenyataannya sebagai ahli waris Kerajaan Demak ia mampu menguasai pedalaman Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan baik. Perpindahan pusat Kerajaan ke pedalaman yang dilanjutkan lagi oleh Raja Mataram berpengaruh besar atas perkembangan peradaban Jawa pada abad ke-18 dan 19.
Daerah kekuasaan Pajang mencakup di sebelah Barat Bagelen (lembah Bogowonto) dan Kedu (lembah Progo atas).

Raja-Raja Majapahit

Raja-raja Majapahit Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit, pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya d...