Senin, 09 April 2012

sejarah, perkembangan, navigasi, indonesia, makalah, artikel


Peran Teknologi Navigasi Terhadap Perkembangan Transportasi di Indonesia
1.1 Latar Belakang:
            Ilmu pengetahuan saat ini mengalami perkembangan yang pesat, perkembangan tersebut mulai dari perkembagan pola pikir manusia hingga manusia mampu menciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan kerja manusia dan mampu menggantikan peran manusia. Hasil dari pemikiran manusia ini memungkinkan manusia untuk menemukan terobosan baru dalam bidang ilmu pengetahuan, salah satu ilmu pengetahuan yang diciptakan dari hasil pemikiran manusia adalah penemuan mengenai alat navigasi. Pengertian dari alat navigasi adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan arah dalam dunia maretime(). Sejak dulu sebelum teknologi berkembang manusia masih menggunakan alat-alat sederhana yang mereka ciptakan untuk mempermudah dan membantu mereka dalam melakuakan suatu pekerjaan. Teknologi sendiri diartikan sebagai Istilah yang dapat dipandang sebagai produk dan proses nilai tambah untuk meningkatkan dan mempermudah pelaksanaan hasil, maka manusia menciptakan suatu instrument yakni teknologi ( M.Sahari, 2008:9)  Teknologi sebagai produk berarti perangkat keras ( hardware) dan perangkat lunak (software) yang merupakan hasil aplikasi dari proses teknologi. Teknologi sendiri berkembang secara universal dalam artefak sejarah menunjukkan perkembangan teknologi yang intensif telah terjadi ribuan tahun yang lalu, perkembangan sains dan teknologi sendiri mengikuti evolusi struktu r (Benny A Pribadi dan yuni Katrin, 2004:10)

 Manusia sudah mengenal keberadaan sistem navigasi  dengan menggunakan pedoman benda-benda angkasa alamiah yaitu bulan, bintang, dan matahari manusia pada zaman dahulu tidak hanya menggunakan bintang, bulan dan matahari sebagai penunjuk navigasi saja mereka juga menggunaknnya sebagai penunjuk waktu.( William Caper,2008:25)
Selain itu seiring dengan perkembangan zaman maka alat navigasi dibedakan menjadi beberapa tipe atau model yakni,
1.      Kompas
Kompas merupakan salah satu penemuan penting dari perkambaangan ilmu pengetahuan manusia, kompas adalah salah satu alat navigasi yang mampu menentukan arah keberadaan seseorang dan mampu menunjukkan arah. Penemuan kompas pertama adalah kompas magnetik, kompas ini merupakan hasil penemuan mengenai medan magnet besar yang berada di dalam bumi, yang diduga akibat dari pergeseran inti cair dan semi cair yang berada dalam pusat bumi. (150 fahrul). Kompas ini pertama kali ditemukan pada abad ke-6 dan ditemukan oleh orang Cina kemudian digunakan oleh orang Eropa yakni Christoper Columbus yang menggunakan kompas sebagai alat navigasi pengganti alam, sehingga Christoper Columbus mampu menemukan benua Amerika()
2.      Peta
Peta merupakan perlengkapan utama dalam penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala tertentu.
3.      Radar
Radar adalah merupakan singkatan yang diciptakan di tahun 1940 untuk radio detection and ranging. Yang menjelaskan bagaimana radar berfungsi. (). Radar banyak digunakan untuk transportasi udara seperti pesawat terbang, karena sistem navigasi ini merupakan alat yang mampu mendeteksi sinyal gelombang radio berfrekuensi tinggi dan radar digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan pesawat ketika sedang mengudara.
4.      GPS(Global Positioning System)
Global Positioning System (GPS) merupakan perkembangan alat navigasi dari kompas, dan radar. Alat ini pertama ditemukan oleh  Ivan Getting dan Brad Parkinson.  GPS funginya hampir ssama dengan kompas maupun radar namun GPS telah lebih berkembang karena GPS dapat menunjukkan posisi dimana si pengguna berada dengan bantuan satelit luar angkasa. Satelit ruang angkasa akan memberikan sinyal radio dengan kecepatan tinggi dan sama dengan kecepatan sinar cahaya (186.000 mil atau 300.000 km per detik) (Sindoro, Aleksander, 2006: 241) dan koordinat posisi dimana GPS  tersebut digunakan kemudian GPS akan menyimpan informasi tersebut dan diubah menjadi sebuah peta elektronik yang akan disimpan di dalam memori alat penerima. Hal ini akan membantu orang dalam menemukan titik koordinat suatu wilayah atau tempat.
Alat navigasi tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk menunjukkan arah mata angin maupun sebagai alat untuk menentukan koordinat suatu lokasi, sistem navigasi sudah dipergunakan oleh bangsa Mesir kuno sebagai alat untuk pelayaran dan kemudian dikembangkan lagi oleh bangsa-bangsa lain. Di Indonesia sistem navigasi telah digunakan sebagai alat bantu trasportasi, baik transportsi darat, udara, maupun air. Dalam perjalanan perkembangan navigasi telah memberikan dampak posirif dan negative terhadap sistem transportasi di Indonesia maupun Negara lain. Diasmping memberikan kemudahan kepada manusia alat navigasi juga dapat memberikan kesulitan kepada manusia karena penggunaan teknologi navigasi ini disamping membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan dalam pengerjaannya serta sangant rumit dalam proses pembuatannya.

Rumusan masalah :
1.      Apa Definisi Navigasi?
2.      Bagaimana teknologi navigasi berkembang?
3.      Bagaimana peran teknologi Navigasi terhadap bidang Trasnportasi di Indonesia ?

Tujuan :
1.      Mengetahui apa pengertian dari Navigasi
2.      Mengetahui kegunaan teknologi navigasi dengan alat transportasi di Indonesia
3.      Mengetahui peran  teknologi navigasi dalam bidang transportasi di Indonesia






Bab II
Pembahasan
2.1 Pengertian mengenai Navigasi
            Navigasi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata navis yang artinya perahu atau kapal dan agake yang artinya mengarahkan, secara harafiah artinya mengarahkan sebuah kapal dalam pelayaran. Dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan zaman kata ‘navigasi’ tidak lagi hanya digunakan dalam dunia maritime tetapi sering juga digunakan di daratan dan udara. Navigasi adalah cara menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta.
            Navigasi erat hubungan nya dengan arah dan berpergian. Pada zaman dahulu, orang orang banyak menggunakan Navigasi alam pada saat berpergian agar tidak tersesat dalam perjalanannya dan dapat menemukan jalan kembali ke titik asal. Saat manusia belum mengenal tentang teknologi navigasi mereka masih menggunakan media alam seperti menggunakan pedoman benda-benda angkasa alamiah yakni bulan, matahari, dan bintang, namun seiring  dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka Navigasi alam bisa merupakan gugusan bintang, gunung, pohon, sungai, mata angin, dan lain sebagainya. Seorang pelaut selalu menggunakan teknik navigasi perbintangan pada zaman dahulu untuk mengetahui arah mana dan posisi mereka saat berlayar di lautan luas tanpa batas. Selain itu navigasi juga sangat berperan penting dalam membantu manusia di bidang pertanian karena manusia sebelum mengenal teknologi masih menggunakan alam sebagai alat navigasi mereka, dengan bantuan dari alam yang berdasar pada benda angkasa ilmiah mereka mapu untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menanami sawah dan lading mareka dan mereka juga menggunakannya untuk menentukan waktu dan juga untuk kepentingan yang berkaitan dengan sistem kepercayaan mereka. Penciptaan teknologi biasanya membutuhkan bantuan di bidang ilmu pengetahuan, dan sebaliknya teknologi sangat diperlukan dalam untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Kebutuhan timbale balik inilah yang  kemudian menumbuhkan proses interaksi antara sains dan teknologi ( M. Sahari,2008: 46 )
            Untuk mendalami ilmu navigasi, teknik dan penggunaan alat bantu seperti Kompas, Peta,  Radar, dan  Global Positioning System (GPS). Selain itu, hal penting lainnya yang harus diketahui adalah membaca medan perjalanan dan tanda-tanda alam maupun buatan manusia sebagai penunjuk arah.
            Alat navigasi berkembang seiring dengan perkembangan akal pikiran manusia dan dengan perkembangan teknologi, sehingga manusia dapat mempermudah aktivitas mereka karena teknologi sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari manusia dalam menentukan waktu dan memberikan efisiensi tenaga bagi manusia. Alat navigasi sendiri terbagi atas  beberapa macam dan mempunyai fungsi yang berbeda diantaranya adalah:
2.1.1        Navigasi darat
            Prinsip kerja Navigasi darat Pada prinsipnya navigasi darat adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada di  medan sebenarnya yang diproyeksikan pada peta, Kompas, serta GPS(). Nafigasi darat ini biasanya digunakan oleh manusia sebagai penunjuk lokasi dan sebagai pemandu arah, penggunaan selain itu alat navigasi darat juga digunakan dalam menempuh perjalanan di jalur darat dan biasanya mereka menggunakan alat transportasi kendaraan bermotor seperti mobil, kereta api, tank, bus, kendaraan militer . Transportasi darat yang menggunakan teknologi navigasi ini biasanya merupakan kendaraan yang memiliki teknologi canggih karena dalam kegunaanya navigasi GPS ini memerlukan beberapa spesifikasi khusus  dalam penerapan dan menjalankan GPS Sesuai dengan tujuan pembangunannya, teknologi satelit navigasi GPS telah menjadi satu teknologi yang relatif mudah dan murah untuk mewujudkan posisi geografis dan waktu. Walaupun, tentu ada suatu keterbatasan antara biaya yang diinvestasikan dengan ketelitian (presisi, precision, internal accuracy) dan ketepatan (akurasi, accuracy, reliability) yang akan diperoleh (Seeber 1993, p. 324-326). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil survai GPS terutama adalah jenis peralatan dan metoda pengukuran serta metoda pengolahan data yang digunakan. Selain itu navigasi darat juga memakai Kompas, kompas ini merupakan alat navigasi yang pertama digunakan oleh manusia selain menggunakan navigasi alam dan kompas merupakann penyempurnaan dari navigasi alam tersebut. Kompas sendirimerupakan alatyang mampu meneetukan arah dimana si pengguna berada dengan mampu menunjukkan arah utara dan selatan. Kompas ini biasanya dipakai dalam perjalanan yang menyusuri hutan atau daaerah pedalkaman yang sulit dijangkau oleh sinyal radio, sehingga kebanyakan manusia yang menggunakannya ketika dia berada di daerah yang belum pernah mereka lewati atau datangi sebelumnya.



2.1.2           Navigasi sungai
            Navigasi sungai adalah teknik untuk menentukan kedudukan secara tepat dalam perjalanan penyusuran sungai. Perbedaan yang mendasar antara navigasi sungai dan navigasi darat terletak pada acuan dasar untuk menentukan kedudukan. Pada navigasi darat, yang diambil sebagai acuan dasar adalah bentuk permukaan fisik bumi yang digambarkan oleh garis kontur, sedang pada navigasi sungai acuan dasarnya adalah bentuk dari tepi kiri dan kanan sungai, yaitu belokan-belokan sungai yang tergambar di peta.
Perlengkapan Navigasi yang biasa digunakan di dalam perjalanan sungai antara lain sebagai berikut:
a.      Peta
Ada dua macam peta yang digunakan yaitu:
1.  Peta situasi sungai, peta ini tidak mempunyai garis kontur, yang tergambar adalah sungai dan desa yang ada di sepanjang daerah aliran sungai. Skala peta yang dipakai sebaiknya 1:50.000 atau 1:25.000, yang cukup jelas menggambarkan kondisi fisik sungai. Peta ini umumnya dibuat oleh perorangan yang pernah tinggal atau melakukan survey dan pemetaan disepanjang sungai tersebut.
2.  Peta topografi, mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan peta situasi karena dapat membantu membaca kondisi alam di sekitar sungai seperti berupa rawa, tebing, bukit maupun pegunungan.
 Menentukan Kedudukan Pada Peta
Dilakukan dengan cara bergerak menyusuri sungai sambil memperhatikan perubahan arah belokan sungai, dibantu dengan tanda-tanda alam tertentu yang terdapat disepanjang sungai. Ada dua cara yang dapat dipakai untuk menentukan kedudukan:
a. Dengan Bantuan Tanda-Tanda alam
Misalnya kita sedang melakukan penyusuran sungai dari titik A ke titik B, kemudian pada suatu tempat dijumpai sebuah muara anak sungai di sebelah kiri, untuk menentukan kedudukan pada saat ini adalah: Lakukan orientasi peta, kemudian amati sekitar medan dengan teliti, ukur sudut kompas (azimuth) dari lintasan sungai pada belokan di depan dan di belakang dengan menggunakan kompas, ingat tanda alam sebelumnya yang terdapat di belakang ( misalnya di belakang kita terdapat sebuah delta) dan lihat juga tanda alam di depan (misalnya belokan sungai ke arah kiri), kemudian gambar situasi sungai yang telah di dapat, kemudian cari padanannya pada peta (perlu diketahui bahwa delta yang terdapat pada sungai adalah delta yang cukup besar, tidak tertutup pada saat banjir, dan di tumbuhi pepohonan, jika tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak akan digambarkan pada peta.) apabila masih kurang jelas, maka perlu dilakukan penyusuran sampai pada tanda alam berikutnya yang dapat lebih memperjelas kedudukan kita.
b. Membuat Peta Sendiri
Teknik pelaksanaannya yaitu dengan penaksiran jarak dan pengukuran sudut kompas (azimuth). Sebelum melakukan cara ini, sebaiknya mata kita di latih dahulu untuk menaksir jarak, misalnya untuk jarak 50 meter atau 100 meter. Cara termudah adalah dengan berlatih di jalan raya dengan bantuan sepeda motor atau mobil yang penunjuk jaraknya masih berlaku dengan baik, dapat juga dengan bantuan tiang listrik (setiap 50 meter), patok kecil di sepanjang jalan raya (100 meter). Jika mata sudah terlatih, dapat dipraktekkan pada jalan dalam kota yang banyak belokannya. Untuk sungai di daerah hulu yang sempit dan banyak tikungannya, maka di pakai patokan jarak setiap 50 meter dengan sisa ukuran terkecil adalah 10 meter. Sedangkan untuk sungai di daerah tengah dan hilir yang relatifr lebih lebar dan lurus (kecuali pada daerah meander), atau jari-jari belokan besar (sudut belokannya relatif kecil untuk jarak 100 meter), maka dipakai patokan jarak setiap kelipatan 100 meter dengan sisa ukuran terkecil 25 meter.
Jadi kita membuat sungai menjadi sebuah batang yang terdiri dari banyak ruas panjang dan pendek, yang berbelok-belok sesuai dengan sudutnya. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan sungai adalah : sediakan peralatan yang diperlukan, buat tabel pada kertas yang terdiri dari dua kolom, kolom pertama untuk derajat (azimuth)dan kolom kedua untuk jarak (meter). Jika ingin lebih teliti dapat ditambahkan dua kolom lagi, yaitu untuk lebar sungai dan keterangan yang diperlukan (misalnya jika ada penyempitan, batu besar di tengah sungai, tebing terjal di kiri dan kanan sungai dan lainnya), bidik kompas pada awal pergerakan, dan taksir jaraknya dengan mata yang sudah terlatih, isikan hasil bidikan pada kolom 1 dan 2, jika menggunakan perahu sebaiknya dilakukan dari tengah sungai, hitung jaraknya sambil bergerak maju setiap 50 dan 100 meter. Setelah sampai pada batas yang telah ditentukan dari ruas sungai, lakukan pembidikan dan taksirkan jaraknya kembali, ulangi sampai melampaui 3 belokan sungai, kemudian buat gambar sungai tersebut berdasarkan hasil catatan yang ada pada tabel, skala dapat di misalkan 1 cm untuk 100 meter atau lebih kecil lagi, kemudian cari padanan atau bentuk yang mirip dari gambar sungai yang kita buat dengan peta sungai yang kita bawa, dengan demikian kedudukan kita di peta dapat ditentukan yaitu pada titik terakhir yang kita buat, jika belum di dapat juga ulangi sampai beberapa belokan lagi.
c.       Kompas
Digunakan untuk menentukan sudut belokan-belokan sungai, kompas bidik dan kompas orienteering dengan keakuratan yang baik dapat digunakan untuk keperluan menentukan arah dan menentukan tata letak tempat.
d.      Altimeter  
Altimeter bukan merupakan peralatan yang paling utama untuk menentukan posisi, tetapi lebih tepat untuk mengetahui gradien sungai, yaitu beda tinggi antara dua titik di sungai dalam jarak 1 km (contoh gradien sungai 9 m/km, yaitu beda tinggi 9 m antara dua titik yang berjarak 1 km). Karena perbedaan tinggi pada penurunan sungai relatif kecil untuk tiap km panjang sungai, maka sebaiknya digunakan altimeter yang cukup teliti, misalnya dengan kemampuan membaca perbedaan tinggi sampai 10 meter (sebagai gambaran, untuk sungai yang berarus deras dan banyak air terjunnya, perbedaan sungai rata-rata untuk tiap kilometer hanya sekitar 40 meter).
2.1.3        Navigasi laut
            Navigasi laut adalah sejumlah teknik dan peralatan yang digunakan dalam melakukan perjalanan atau aktivitas di laut, navigasi yang banyak dipakai dalam perjalanan di laut adalah kompas, peta dan GPS. Laut merupakan tempat trasportasi yang sangat popular pada masa abad pertengahan, yakni antara abad ke-15 sampai abad ke-16. Penggunaan alat navigasi laut diperuntukan bagi para pelaut yang akan menuju suatu tempat dengan menggunakan laut sebagai jalan trasportasi mereka, penggunaan Kompas disini berperan sebagai alat penunjuk arah bagi para pelaut sedangkan peta digunakan sebagai penunjuk jalan dan dipakai untuk mengetahui medan yang akan dilalui. Navigasi laut ini hamper sama dengan navigasi darat maupun navigasi sugngai karena semua model alat navigasi pada umunya memeliki fungsi yang sama yakni digunakan untuk membantu manusia dalam menemukan atau sebagai petunjuk arah perjalanan mereka.
            Navigasi laut banyak dipakai di kapal laut sebagai sarana pengaman dan sebagai alat penunjuk jalan maupun alat komunkasi ketika berada di tengah hamparan laut, banyak kapal-kapal yang menggunakan alat navigasi laut seperti kompas, peta, rada maupun GPS sebagai sarana alat bantu mereka ketika mengarungi lautan lepas
2.1.4        Navigasi Udara
Perkembangan teknologi navigasi tidak hanya pada alat navigasi darat,dan laut saja tapi navigasi juga berkembang di transportasi udara. Sejak manusia mengarungi belahan bumi dan benua serta samudra dengan menggunakan berbagai sarana transportasi baik darat maupun laut, kebutuhan untuk mengatur perjalanan menggunakan sistem navigasi dari waktu ke waktu terus berkembang sehingga menciptakan alat navigasi yang lebih canggih. Perkembangan alat navigasi udara disebabkan karena perkembangan alat trasnportasi, yang dahulunya manusia melakukan perjalanan menggunakan alat trasnportasi darat maupun laut, kini manusia telah menciptakan alat trasnportasi baru yakni alat transportsi udara yang petama ditemukan oleh Orvile Wright dan Wilbur Wright pada tahun 1903 yang berhasil menciptakan pesawat terbang ( Ririf, 2011: 124). Setelah ditemukannya alat trasportasi udara ini maka banyak manusia yang menggunakan nalat trasportasi udara karena disamping jarak waktu yang ditempuh menjadi lebih cepat daripada alat trasnportasi yang lainnya dan alat trasnportasi udara dapat menjangkau medan-medan yang sulit ditempuh oleh alat trasportasi lainnya. Dalam penggunaanya alat trasportasi udara memiliki sistem navigasi yang hamper sama dengan navigasi pada alat trasportasi lainnya, namun navigasi yang terdapat pada trasnportasi udara ini lebih cenderung modern dan canggih diantaranya menggunakan radar dan GPS yang mutakhir sekaligus pemandu yang akurat dan terukur dan senantiasa dikembangkan, selain itu penggunaan alat navigasi ini memanfaatkan gelombang radio sebagai alat pendeteksinya.

2.2 Perkembangan Teknologi Navigasi
            Perkembangan teknologi saat ini sangat berkembang pesat khusunya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dapat membantu manusia dalam memudahkan kinerja dan aktivitas manusia dalam bekerja, perkembangan teknologi yang dihasilkan manusia saat ini merupakan peran akal dan pikiran manusia itu sendiri dalam menciptakan suatu penemuan-penemuan baru, salah satu teknologi yang dikembangkan oleh manusia adalah teknologi navigasi. Teknologi ini berkembang akibat dari adanya  pemikiran manusia yang mampu menghasilkan sebuah alat bantu manusia dalam menentukan arah dan koordinat suatu lokasi. Teknologi navigasi pada awalnya hanya berkembang di pikiran manusia dan masih belum menciptakan alat dan pengtahuan itu hanya berada di pikiran manusia karena mereka mengenal navigasi melalui alam yakni menggunakan Matahari, bulan dan bintang untuk membantu kegiatan sehari-hari mereka.
            Teknologi navigasi dibedakan menjadi 2 bagian yakni navigasi kuno dan navigasi modern, navigasi kuno berpusat pada ilmu perbintangan dan gejala alam yang telah banyak dipelajari manusia dan kemjudian berkembang menjadi kompas, sedangkan teknologi navigasi modern berpusat kepada perkembangan kompas menjadi lebih sempurna dan kemudian berkembang menjadi navigasi radar dan pada akhirnya menjadi teknologi navigasi berbasis melalui alat yang bernama GPS (Global Positioning System ). Perkembangan teknologi navigasi sangat berkembang pesat dalam kehidupan manusia, dari manusia sebelum mengenal teknologi sampai masusia mengenal teknologi dan mampu menciptakan terobosan baru dalam bidang teknologi, khususnya teknologi navigasi yang saat ini berkembang sangat pesat dan modern. Peralatan navigasi yang dibuat manusia dalam perkembagnannya saat ini memiliki beberapa aspek yang sangat modern baik itu navigasi di bidang transportasi laut, darat maupun udara. Perkembangan teknologi navigasi pada awalnya dimulai dari peradaban bangsa Mesir dan India, kemudian teknologi navigasi berkembang pesat kesejumlah darah di belahan bumi dengan sangat cepat karena teknologi navigasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia.
1.      Ilmu Perbintangan
Gambar : Rasi Bintang yang digunakan manusia sebagai alat navigasi
Teknologi navigasi yang pertama ditemukan oleh manusia adalah navigasi alam yakni dengan memanfaatkan bulan, bintang dan mataqhari sebagai alat bantu mereka. Dari Ilmu perbintangan ditemukan pada abad pertengahan Pada tahun 4000 Sm: Dead Reckoning dan Navigasi Bintang, Navigasi pertama kali dikembangkan di India dan Mesir. Petunjuk-petunjuk yang menonjol dan garis pantai yang di kombinasikan dengan parameter lain seperti arus, kedalaman, angin, kecepatan dan posisi matahari. Pada tahun 1000 Sm: Orang Eropa pertama di Amerika Utara, Leif Eriksson dari Islandia menjadi orang Eropa pertama yang berlayar ke Amerika Utara dengan panduan alaat navigasi alam yakni navigasi bintang, (http://leonkingthunder.blogspot.com/2009/10/navigasi-dulu-dan-kini.html 19:00), selain digunakan dalam metode pelayaran ilmu perbintangan juga digunakan sebagai alat bantu dalam bidang pertanian di India dan Mesir, karena banyak para petani yang menggunakan ilmu perbintangan sebagai metode pengukuran kapan dimulainya waktu untuk memulai pertanian dengan memanfaatkan rasi bintang dan letak bulan sebagai alat ukurnya. Kemudian teknologi di bidang navigasi berkembang menjadi lebih modern lagi yang semula memanfdaatkan alat navigasi alam sebagai alat bantu, namun kini perkembangan teknologi navigasi berubah dengan memanfaatkan pola pikir manusia sehingga menghasilkan sebuah alat yakni atan navigasi berupa kompas.
2.      Kompas
            Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utaraselatantimur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
            Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Di abad kesembilan, orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal.
            Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Giro kompas digunakan untuk menentukan utara sejati.
            Kompas sendiri merupakan  alat navigasi yang berfungsi sebagai arah untuk menentukan sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan magnet alami yang berada dalam bumi secara akurat, Kompas memberikan rujukan arah tertentu Kompas merupakan perkembangan dari alat navigasi yang dikembangkan oleh manusia dengan mengamati suatu magnet alami yang berada di dalam perut bumi, pada dasarnya kompas dapat berfungsi jika tempat dimana kita berpijak itu terdapat unsure medan magnet yang akan memberikian tarikan daya magnetnya kepada alat kompas, kompas sendiri hanya dapat digunakan di bumi saja karena bumi memiliki suatu medan magnet yang tertanam di dasar perut bumi, sehingga apabila kita berada di luar bumi maka alat ini tidak akan dapat berfungsi. Kompas sendiri dibedakan menjadi beberapa type yakni
a.       Kompas magnetik.  
            Kompas magnetik merupakan peralatan yang digunakan untuk menunjukkan arah utara sebagai alat bantu untuk navigasi, pada dasarnya komponen kompas menggunaka peralatan seperti jam dinding pada umunya yakni kompas magnetik juga menggunakan jarum jam, akan teteapi jarum jam disini merupakan jarum jam yang mengandung unsur magnet atau bisa dibilang jarum jam yang terbuat dari magnet,  sebagai penentu suatu objek arah yang menjadi titik acuan, kemudian jarum jam tadi diletakkan di dalam sebuah kotak sehingga jarum tersebut akan berputar secara bebas, observasi ini dilakukan dengan cara menaruh sepotong biji magnetik (magnet alam), kemudian diletakkan pada batang kayu yang diletakkan di  dalam air, kemudian kayu tersebut akan mengarah ke bintang kutub utara, alat ini kemudian dinamakan kompas magnetik, yakni alat kompas yang kinerjanya berdasarkan magnet jadi diberi nama kompas magnetik( Sindoro Aleksander, 2006: 150-152 ).  Selain itu kemudian mereka melakukan percobaan-percobaan secara terus menerus dan akhinya mereka menemukan teori baru yakni dengan cara menggosok-gosokan sepotong logam dengan magnet alami sehingga akan menimbulkan daya tarik magnetis yang akan menyebabkan logam tersebut akan bergulir dan menunjukkan salah satu sudut. kemudian jarum ini akan menjajarkan diri dengan sumbu utara-selatan dari bidang magnetik bumi penemuan mengenai jarum magnetic selalu menjajarkan diri dengan sumbu utara-selatan ini terjadi di Cina pada abad kesembilan (Yenne, Bill, 2003:157) perkembangan kompas selanjutnya banyak ditemukan dan di kembangkan di cina, di cina banyak kompas yang berupa jarum jam yang dapat mengambang di air dan jarum jam yang berputar
            Kompas mulai dikenal dunia karena para pedagang dari Persia memperoleh kompas dari cina kemudian mereka menjualnya . Kemudian pada perjalannya Kompas dikembangkan lagi menjadi lebih modern dan tergolong menjadi lebih canggih yakni melalui penyempurnaan yang dilakukan orang Inggris pada tahun 1877  yaitu William Thomson ( Baron Kelvin/Lord Kelvin ) mengembangkan kompas sehingga teknologi kompas dapat diterima oleh semua Negara, dengan memperbaiki dan memberikan sedikit perubahan kepada kompas yang berasal dari cina tersebut, selain itu William Thomsop juga memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetic karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal, sehingga kompas menjadi sangat dicari dalam sistem navigasi kapal, karena kapal merupakan alat trasportasi yang banyak digunakan pada waktu itu.
gambar sebuah perangkat Sextant 1
 Teknologi kompas mengalami perkembangan yang lebih segnifikan lagi dan mengalami banyak perubahan dalam bentuk maupun dalam daya keakuratannya, perkembangan teknologi kompas ini dikembangkan pada tahun 1731, Pada masa ini orang orang mulai mengenal Octant (penerus Sextant), sebuah alat yang ditemukan oleh John Hadley, seorang ahli matematika dan astronomi dimana pada penemuan ini garis latitude dapat di prediksi beberapa kilometer lebih akurat daripada teknologi kompas yang sebelumnya, namun bentuk dari kompas ini sangat rumit dan sangat tidak efisian dalam pembawaanya, disamping itu bentuknya pun sangat besar dan penggunaanya begitu rumit, kemudian pada tahun 1735 John Horisson ilmuan asal Inggris menciptakan sebuah alat yang diberi nama Chronometer nah di masa inilah muncul sebuah alat bernama Chronometer yang dibuat oleh John Horisson yang membuat satu dari empat jam dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi yang menanmpilkan waktu home port dan dapat menentukan garis latitude melalui perbedaan waktu.
b.      Kompas digital
Pada perkembagan selanjutnya manusia telah dapat mengembangkan teknologi kompas menjadi lebih canggih dan modern lagi yakni dengan diciptakannya kompas digital bertujuan untuk melengkapi kebutuhan transportasi  yang semakin canggih. Dunia transportasi  ini sangat membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien. Sementara itu alat sistem navigasi yang tersedia di pasaran harganya mahal. Sedangkan kompas sendiri merupakan sebuah alat sistem navigasi yang efektif dengan harga lebih murah. oleh karena itu kompas digital diharapkan bisa mensubstitusi alat sistem navigasi pada alat trasnportasi.
3.      Peta
      Setelah periodisasi kompas, seiring dengan perkembangan zaman kemudian mucul
gambar  peta kuno buatan bangsa Babilonia
alat bantu navigasi baru yang dikenal dengan peta. Peta adalah gambaran permukaaan bumi yang diperkecil dalam bidang datar, sebagaimana penampakannya  dari atas denga ditambahkan tulisan dan simbol-simbol, pemberian symbol-simbol ini dimaksudkan agar peta mudah untuk dibaca, melalui peta dapat digambarkan letak suatu tempat di muka bumi. Bentuk muka bumi berupa daratan, lautan, sungai, dan pegunungan. Selain itu melalui peta dapat diketahi jarak dua tempat perbandingan luas serta bentuk sebenarnya, dengan peta pula maka disana dapat digambarkan kegiatan alam dan kegiatan mahkluk-mahkluk hidup terhadap permukaan bumi.
      Peta digunakan untuk menggambarkan permukaan muka bumi, beberapa peta purba telah ditemukan. Peta tersubut dibuat oleh bangsa Babilonia, Mesir dan Cina, peta purba yang tertua dibuat oleh bangsa Babilonia yang dibuat dari tanah liat dan berupa tablet(), pengkuran bujur dan lintang bumi pertama kali dilakuakan oleh Plolemaeus yang berasal dari Yunani pada abad ke-3 SM. Selanjutnya sejalan dengan perkembangan peta maka diperoleh ilmu tentang pembuatan peta yang dikenal dengan nama Kartografi.
gambar  peta ddunia
      Peta tersebut terdapat pengukuran lintang dan bujur bumi,  dan dengan peta maka disana dapat diketahui bagaimana bentuk jalanan trasportasi dan bagaimana medan-medan disekitarnya, jadi banyak para navigator pada zaman dahulu menggunakan peta dalam perjalannya agar meraka mengatahui rute-rute perjalanan yang akan diambil, sehingga mereka tidak mudah tersesat lagi, selain itu dalam penggunaan peta dalam perjalanan laut biasanya para pelaut menggunakan kompas sebagai penetu arah yang akan mereka tuju, Chirstoper Columbus dalam penjelajahannya untuk mengarungi samudra dan menemukan pulau-pulau baru dalam perjalannya ia menggunakan alat navigasi kompas dan peta (Abidin H.Z,2001 : 55)
Perkembangan Peta
1. Periode Awal
    Pemetaan (Kartografi) merupakan ilmu dan seni dalam pembuatan peta. Pertama kali, peta dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 S.M. Pemetaan dijaman Yunani Kuno sangat maju pesat. Pada saat itu, Konsep dari Aristoteles bahwa bumi berbentuk bola bundar telah dikenal oleh para ahli filsafat (sekitar 350 S.M.) dan mendapat kesepakatan dari semua ahli bumi.
    Pemetaan di Yunani dan Roma mencapai kejayaannya oleh Ptolemaeus (Ptolemy, sekitar 85 – 165 M). Peta dunia yang dihasilkannya menggambarkan dunia lama dengan pembagian Garis Lintang (Latitude) sekitar 60° Lintang Utara (N) sampai dengan 30° Lintang Selatan (S). Dia menulis sebuah karya besar Guide to Geography (Geographike Hyphygesis). Dengan meninggalkan karangan yang dijadikan sebagai acuan ilmu Geografi yang mendunia sejak jaman kebangkitannya
2. Periode Pertengahan
    Sepanjang periode pertengahan, Peta-peta wilayah Eropa didominasi dengan cara pandang agama, yang dikenal dengan peta T-O. Pada bentuk beta seperti ini, Jerusalem dilukiskan di tengah-tengah sebelah timur yang diorientasikan menuju bagian atas peta.   Penjelajahan Bangsa Viking pada abad 12 di Utara Atlantic, secara perlahan menyatukan pemahaman mengenai bumi. Sementara itu, ilmu kartografi terus berkembang dengan lebih praktis dan realistic di wilayah Arab, termasuk daerah Mediterania. Tentu saja, cara pembuatan peta masih dilukis dengan tangan, dimana penyebarannya masih sangat dibatasi.
3. Periode Kejayaan
    Penemuan alat cetak pembuat peta semakin banyak tersedia pada abad 15. Peta pada mulanya dicetak menggunakan papan kayu yang sudah diukir berupa peta. Percetakan dengan menggunakan lempeng tembaga yang diukir muncul pada abad 16 dan tetap menjadi standar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan. Kemajuan utama dalam pembuatan peta mendapat perhatian sepanjang masa eksplorasi pada abad 15 dan 16. Para Pembuat peta mendapat jawaban dari Navigation Chart yang menyajikan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan simbol-simbol pelayaran. Termasuk garis-garis kompas dan paduan navigasi lainnya. Peta-peta ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, digunakan untuk tujuan militer dan diplomatic hanya dimiliki oleh pemerintah sebagai dokumen rahasia negara.
      Pertama kali Peta Dunia disajikan secara utuh pada awal abad 16, meneruskan pelayaran dari Colombus dan yang lainnya untuk mencari dunia baru. Gerardus Mercator dari Flandes (Belgia) menjadi ahli pembuat peta terkenal pada pertengahan abad 16. Ia mengembangkan proyeksi silindris yang semakin luas digunakan untuk Navigation Chart dan Peta Global. Berdasarkan pada proyeksi ini ia menerbitkan sebuah peta pada tahun 1569. banyak proyeksi peta lain yang kemudian dikembangkan.
4. Periode Modern
    Peta terus berkembang pada abad 17, 18 dan 19 secara lebih akurat dan nyata dengan menggunakan metode-metode yang ilmiah. Banyak Negara melakukan pemetaan sebagai program nasional. Meskipun demikian, sebagian belahan dunia banyak yang tidak diketahui walaupun menggunakan potret udara dengan melajutkan perjalanan Perang Dunia II. Pemetaan Modern berdasarkan pada kombinasi penginderaan jauh (Remote Sensing) dan pengecekan lapangan (Ground Observation).
    Geographic Information Systems (GIS) muncul pada periode 1970-80-an. GIS menggeser paradigma pembuatan peta. Pemetaan secara tradisional (Berupa Kertas) menuju pemetaan yang menampilkan gambar dan database secara bersamaan dengan menggunakan Informasi geografi. Pada GIS, database, analisa dan tampilan secara fisik dan konseptual dipisahkan dengan penanganan data geografinya. Sistem Informasi Geografis meliputi perangkat keras computer (Hardware), perangkat lunak (Software), data digital, Pengguna, sistem kerja, dan instansi pengumpul data, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi georeferensi mengenai bumi
4.      Radar
            Radar merupakan salah satu teknologi navigasi yang cukup modern, perkembangan radar berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan oleh manusia. Kata radar merupakan singkatan dari Detection and ranging diciptakan pada tahun 1940, sedangkan penemuan radar sendiri ditemukan di Jerman oleh Heinrich Hertz (  1892-1894 ) kemudian pada tahun 1888, dan di tahun 1900, Nikola Tesla dari Kroasia menjadi orang pertama yang menguraikan sistem untuk menentukan lokasi benda bergerak menggunakan gelombang radio. Berdasarkan ide tesla ini di tahun 1920 Gregory Breit dan Merle Tuve di Amerika Serikat menggunakan sistem serupa Radar. Radar banyak digunakan sebagai alat navigasi di dalam pesawat terbang baik pesawat terbeng berpenumpang maupun pesawat tebang untuk militer, pada dasarnya radar digunakan untuk mendeteksi letak koorditan suatu pesawat yang sedang terbang untuk mengirimkan sinyal kepada pengawas bandara, selain itu fungsi radar bagi pesawat militer adalah untuk mendeteksi letak koordinat musuh berada maupun untuk menentukan jangkauan senjata perang yang akan diluncirkan oleh pesawat militer.
5.      GPS
            GPS adalah sistem radio navigasi dan penentu posisi yang menggunakan satelit yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem yang terdiri dari 24 satelit ini dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segal cuaca, serta di desain untuk memberikan posisi dengan kecepatan tiga dimensi yang teliti dan juga informasi mengenai waktu secara continue di seluruh dunia.( Abidin, 1995, 110). Saat ini GPs sudah banyak digunakan di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang memerlukan informasi tentang posisi, kecepatan, atau wakt. GPS adalah sistem navigasi dan penentu posisi yang yang paling popular saat ini, di Indonesia GPS mulai banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut banyak informasi tentang posisi.
            GPS merupakan metode penentuan posisi ekstra-teristris yang menggunakan satelit GPS sebagai target pengukuran, metode ini dinamakan penentuan posisi secara global karena koordinat yang dihasilkan bersifat geosentrik yang artinya pusat massa bumi dianggap sebagai pusat sistem koordinat, sehingga sistem koordinat ini berlaku untuk seluruh dunia ( Subagio, 2003 : 97)










3. Peran teknologi Navigasi terhadap Transportasi di Indonesia
            Perkembangan alat trasportasi yang saat ini sangat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan jumlah alat trasportasi menjadi meningkat dan bervariasi jenisnya muali dari trasportasi air, trasportasi darat, dan trasportasi udara. Di Indonesia alat trasportasi merupakan hal yang wajib ada di kehidupan masyarakat Indonesia karena kebanyakan masyarakat di Indonesia menggunakan alat trasportasi. Seiring banyaknya penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta penduduk maka alat trasportasi yang ada juga bermacam-macam variasinya diantaranya transortasi darat mengunakan mobil, bus, kereta api dan sepeda motor, trasportasi laut menggunakan kapal fery, kapal kapal penumpang dan kapal selam, trasportasi udara menggunakan pesawat terbang, helicopter dll.
            Banyaknya alat trasportasi yang berkembang di Indonesia mendorong berkembangnya teknologi navigasi pada alat trasportasi tersebut, penggunaan teknologi navigasi memiliki peran yang vital bagi sistem transportasi di Indonesia diantaranya penggunaan teknologi navigasi yang ada di alat trasportasi udara seperti pesawat terbang yang menggunakan teknologi GPS dan radar yang  sangat penting untuk menentukan dimana pesawat terbang itu berada ketika berada di udara dan digunakan untuk melakuakan komunikasi dengan bandara sehingga pesawar terbang yang sedang mengundara tidak lepas kontak dan selalu dipantau oleh bandara. Selain itu sistem navigasi juga berperan penting dalam alat trasportasi darat seperti mobil, bus, dan kereta api. Alat trasportasi darat yang menggunakan sistem navigasi kebanyakan merupakan transportsi yang modern seperti mobil, tidak semua mobil menggunakan sistem navigasi hanya sebagian saja yang mengguanakan ssitem navigasi berupa GPS. GPS digunakan dalam trasportasi mobil karena GPS dapat menjangkau letak dan mampu untuk melacak posisi mobil berada.
            Navigasi juga digunakan untuk alat trasportasi laut seperti kapal penumpang yang menggunakan navigasi sebagai alat pemandu perjalanan di dalam lautan lepas, teknologi yang digunakan berupa kompas dan GPS beserta Radar. Penggunaan alat navigasi ini sangat penting bagi kapal yang sedang melakukan perjalan ditengah laut lepas dan digunakan sebagai penentu arah sekaligus digunakan sebagai penunjuk jalan karena di laut tidak ada jalan yang pazti untuk dilewati kapal jadi penggunaan alat navigasi sangat penting bagi kapal.



BAB III
Penutup
Kesimpulan
            Ilmu pengetahuan saat ini mengalami perkembangan yang pesat, perkembangan tersebut mulai dari perkembagan pola pikir manusia hingga manusia mampu menciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan kerja manusia dan mampu menggantikan peran manusia. Hasil dari pemikiran manusia ini memungkinkan manusia untuk menemukan terobosan baru dalam bidang ilmu pengetahuan, salah satu ilmu pengetahuan yang diciptakan dari hasil pemikiran manusia adalah penemuan mengenai alat navigasi.Pengertian dari alat navigasi adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan arah dalam dunia maretime, selain itunavigasi tidak akan berkembang tanpa adanya teknologi yang diciptakan manusia Teknologi sendiri berkembang secara universal dalam artefak sejarah menunjukkan perkembangan teknologi yang intensif telah terjadi ribuan tahun yang lalu, perkembangan sains dan teknologi sendiri mengikuti evolusi struktur.
            Teknologi navigsi dikembangkan oleh manusia dari yang pada awalnya manusia menggunakan ilmu perbitangan kemudian berlanjut menjadi alat seperti kompas kemudian seiring perkembagnan zaman manusia menciptakan peta, radar dan GPS. Navigasi dibedakan menjadi navigasi darat, navigasi udara dan navigasi laut. Prinsip kerja Navigasi darat adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada di  medan sebenarnya yang diproyeksikan pada peta, Kompas, serta GPS. Kemudian Navigasi laut adalah sejumlah teknik dan peralatan yang digunakan dalam melakukan perjalanan atau aktivitas di laut, navigasi yang banyak dipakai dalam perjalanan di laut adalah kompas, peta dan GPS. Laut merupakan tempat trasportasi yang sangat popular pada masa abad pertengahan, yakni antara abad ke-15 sampai abad ke-16. Selain itu navigasi udara juga menggunakan GPS dan radar sebagai alat navigasi, alat ini memiliki fungsi yang sangat penting bagi alat trasnportasi udara karena trasportasi udara tanpa adanya alat navigasi GPS dan radar maka trasnportsi itu tidak akan bisa untuk digunakan.




Daftar Rujukan
Abidin, H.Z 1995. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. PT Pradnya Paramita, Jakarta
Abidin, H.Z 2001. Geodesi Satelit.  PT Pradnya Paramita, Jakarta
Benny A Pribadi dan yuni Katrin. 2004, Media Teknologi, Jakarta, Universitas Terbuka
Berry dkk.1996 Angkutan dan Navigasi. Alih bahasa:T. hermayana. Jakarta: Tira Pustaka
Besari, Sahari, 2008, Teknologi di Nusantara,Salemba Teknika, Jakarta
Halim, Nasim. 2002. Penemu Benda-benda Penting. Puspa Swara: Jakarta
Subagio, 2003. Pengetahuan Peta. Penerbit ITB, Bandung,
Sindoro, Alexander. 2006. 100 Penciptaan Terbesar Sepanjang Masa. Karisma, Jakarta
William,caper. Navigasi dan Penerapannya.  2008, karisma, Tanggerang
Yenne, Bill & Morton Grosser. 2003. Adikarya yang Mengguncng Dunia. Pustaka Delapratasa. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar