Rabu, 08 Februari 2012

artikel, sejarah, indonesia, madya, makalah, umum, tugas

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan modul yang berjudul Sejarah dan Arsitektur Bangunan Masjid Wapauwe Selain itu tak lupa saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak- pihak yang telah mendukung terselesaikannya modul ini. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada: 1. Ayah, Ibu dan kakak yang selalu mendukung terselesaikannya modul ini. 2. Bapak Deny Yudo Wahyudi, S.Pd, M. Hum selaku dosen pembina mata kuliah Sejarah Indonesia Madya yang telah memberikan pengarahan, saran dan motivasi dalam menyelesaikan modul ini. 3. Teman- teman dan seluruh pihak yang tidak dapat di sebutkan satu persatu yang telah membantu menyelesaikan penulisan modul ini. Modul ini dibuat sebagai salah satu bahan atau sumber bacaan bagi para pengguna modul. Semoga dengan modul ini dapat bermanfaat dan dapat memperkaya pengetahuan bagi pengguna modul dan penulis. Malang,
 1. Pengertian Masjid menurut beberapa sumber. • Masjid atau mesjidadalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. (http • Masjid merupakan tempat untuk melaksanakan ibadah kaum muslimin menurut arti yang seluas-luasnya dan masjid merupakan suatu bangunan yang berfungsi sebagai tempat penampungan kegiatan pelaksanaan kegiatan pelaksanaan ajaran agama islam sehingga ada kaitannya yang erat antara seluruh kehiatan keagamaan dengan masjid. (Abdul Rochym,1988:15) 2. Sejarah perkembangan Masjid Perkembangan masjid itu senantiasa mengikuti sifat perkembangan ajaran agama Islam yang beraneka ragam sifatnya di setiap daerah perkembangannya, perbedaan pada struktur bangunan masjid tidak hanya meliputi disetia daerah saja akan tetapi di setiap negara juga berbeda perbedaan dalam kultur kebudayaan maupun dalam segi bangunan dipengaruhi oleh budaya yang melekat pada setiap daerah maupun di setiap negara sebagai, Islam telah mempunyai sifat keterbukaan sejak semula dan toleran terhadap adat kebiasaaan lama daerah, telah menyebabkan munculnya berbagai corak baru yang nerupakan cirri khas daerah sehingga menambah kekayaan perkembangan masjid,( Kenneth, 1980:290). Menurut sejarah perkembangan masjid, masjid telah memasuki di beberapa pelosok benua , diantaranya: 1. Daerah Timur tengah diwakili oleh Mesir, Irak, Iran, India. 2. Daerah Eropa diwakili oleh Spanyol. 3. Fungsi Masjid Suatu kegiatan yang mencakup segala aspek kegiatan kaum muslimin yang berkaitan dengan agama Islam.Masjid dalam perkembangannya tidak hanya sebagai tempat beribadah semata melinkan memiliki fungsi yang banyak. a. Sebagai tempat ibadah Masjid yang digunakan sebagai tempat melaksanakan ibadah sholat bagi umat islam yang telah baligh atau dewasa harus menunaikan salat lima kali sehari. Walaupun beberapa masjid hanya dibuka pada hari Jumat, tapi masjid yang lainnya menjadi tempat salat sehari-hari. Pada hari Jumat, semua muslim laki-laki yang telah dewasa diharuskan pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah sholat. b. Tempat pengumpulan dana Masjid yang digunakan sebagai wadah lembaga sosiall yang bergerak di bidang kemanusiaan yang Biasanya kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin di hamper seluruh masjid, kegiatan ini ditujukan untuk membantu bagi kaum sesama yang mengalami musibah. Atau disumbangkan ke dalam panti asuhan. c. Sebagai tempat pendidikan Masjid yang biasanya digunakan untuk memberikan layanan sarana pendidikan yang berkaitan dengan pengajaran agama Islam. Contoh masjid yang digunakan sebagai lembaga pendidikan • Pondok Pesantren (Ponpes) Suatu lembaga pendidikan yang dimana orang-orang yang menuntut ilmu disanadiwajibkan untuk tinggal di Asrama selama masa pendidikan nya belum selesai, biasanya di dalam pondok pesantren itu masjid digunakan segbagai kelas untuk system pengajaran.Contoh pondok pesantren Nurul Huda. • TPQ ( tempat Pendidikan Al-Quran) Dimana masjid digunakan untuk memberikan pengajaran Al-Quran bagi anak-anak kecil maupun orang-orang senja dan biasanya TPQ ini berada di hamper seluruh masjid. d. Tempat Kegiatan keagamaan • Tempat kegiatan ramadhan Masjid yang digunakan sebagai tempat melakukan ibadah selama bulan ramadhan seperti sholat tarawih, tadarus Al-Quran, pelaksanaan ceramah sebelum berbuka puasa, pelaksanaan sholat Idul fitri, pelaksanaan tabiran, • Tempat kegiatan dakwah Disamping fungsi masjid sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa digunakan sebagai tempat berdakwah, dakwah memiliki arti untuk memberikan pengetahuan tentang islam. Dakwah ini sendiri sering digunakan oleh para Wali dalam proses pengislaman di nusantara pada zaman abad pertengahan. • Tempat kegiatan pengajian Masjid mempunyai fungsi sebagai tempat ibadah juga memiliki fungsi sebagaai tempat kehiatan mengaji atau belajar membaca Al-Quran bagi anak-anak maupun para remaja di Indonesia, kegiatan seperti inin merupakan kegiatan yang rutin dilakukan di masjid sebagai sarana pengajaran membaca Al-Qurandan memahami bacaan dalam Al-Quran, kegiatan pengajaranAl-Quran ini biasanya dilakukan oleh ustad sebagai pembimbing dan para murid atau santri sebagai pesertanya. • Shalat jenazah Fungsi masjid sebagai tempat pelaksanaan sholat jenasah adalah apabila ada masyarakat yang meninggal dunia bisa menggunakan masjid sebagai tepam diadakan sholat jenazah, dalam hukum Islam sholat jenazah wajib dilakukan untuk menghormati orang yang meninggal tersebut. • Kegiatan masyarakat fungsi masjjid secara luas bukan hanya sebagai sarana ibadah naupun sarana pendidikan, namun fungsi masjid juga bisa diartikan sebagai fungsi kegiatan masyrakat, fungsi masjid dalam kegiatan masyarakat biasanya digunakan sebagai tempat melaksanakan tahlilan dan istghosah. 4. Peran Masjid Peran masjid dalam agama Islam memiliki arti sebagai bangunan yang memiliki keutamaan sebagai sarana tempat untuk mendekatkan diri antara manusia dengan Allah dan sekaligus sebagai sarana penyambung tali silahturahmi antara sesame umat beragama Islam. 5. Perbedaan masjid di Indonesia dengan masjid Timur tengah Bangunan masjid di Indonesia dengan masjid di timur tengah memiliki perbedaan, baik dalam segi arsitektur bangunan maupun corak kebudayaan yang ada dalam masjid. a. Perbedaan Arsitektur bangunan. Arsitektur bangunan masjid di Indonesia lebih banyak mengadopsi bangunan pada masa kerajaan Hindu-Budha karena sebelum agama islam masuk dan brkembang di Indonesia agama Hindu-Budha telah berkembang di Indonesia,banyak arsitektur bangunan masjid yang menggunakan perpaduan antara agama islam dengan gama Hindu-Budha contohny bangunan masjid Sendang Duwur di Tuban, selain itu bagian masjid di Indonesia yang memiliki perbedaan dengan masjid di Timur Tengah.  Kubah bangunan kubah merupakan salah satu ciri arsitektur Islam sejak saat aawal perkembangannya, kubah merupakan bagian bangunan sebagai masukan dari pengaruh luar terutama terutama dari pegaruh dari daerah-daerah atau sebagai hasil perbauran dari budaya Bentuk kubah di Timur tengah kebanyakan berbentuk seperti bawang dan letak kubahnya berada di atas masjid.Sedangkan bentuk kubah di Indonesia kebanyakan berbentuk setengah lingkaran dan ada pula kubah masjid yang berbentuk segitiga. Perbedaan pada bangunan kubah di Indonesia ini dipengaruhi oleh ciri khas dari masing-masing tempat perkembangan, di Indonesia banyak bangunan masjid yang mengadaptasi budaya daerah yang masih kental akan unsure agama Hindu-Budha maupun unsure budaya Cina, karena di Indonesia terdapat berbagai macam suku dan budaya yang tidak sama, sehingga melahirkan suatu persepsi dalam unsure kebudayaan yang dicampur dengan unsure agama
akan tetapi walaupun mereka berasal dari suku dan ras budaya yang tidak sama kepercayaan slam tetap sama inilah yang menyebabkan banyak perbedaanpada dulunya sebelum agama Islam masuk dan berkembang di Indonesia, banyak penduduk yang masih menganut agama Hindu-Budha sehingga pengaruh agama tersebut masih melekat erat pada maasyarakat Indonesia.  Menara fungsi menara pada bangunan masjid umumnya digunakan segabai tempat diletakkan pengeras suara yang digunakan untuk mengumbandangkan adzan sehingga soara adzan bisa terdengar dengan jelas. Perbedaan bentuk menara di Indonesia dengan menara d Timur Tengah biasanya biasanya bentuk arsitek bangunannya berbentuk lonjong sedangka bangunan menara di indonesia bentunya lancip diatasnya. b. Perbedaan Corak kebudayaan corak merupakan rangkaian gerak kea rah semakin bertambahnya kelengkapan sehingga membentuk suatu bangunan yang sempurna, perbedaan corak yang menonjol dari bangunan masjid di Indonesia dan Timur tengah. 1. Indonesia pada umumnya bangunan masjidnya menggunakan corak yang berasal dari unsure daerahnya masing-masing sebagai contoh corak menara masjid kudus yang bergaya candi sebagai perpaduan antara corak agama Hindu dengan corak agama Islam. 2. Timur tengah kebanyakan menggunakan corak bangunan masjid yang mengadopsi corak perpaduan antara corak bangunan masjid di palestina yang menggunakan corak bangunan bekas gereja milik agama Kristen. 1. jelaskan apa yang dimaksud dengan masjid? jawab:……………………………………………………………………………………… 2. sebutkan fungsi apa saja yang dalam masjid? jawab:……………………………………………………………………………………… 3. sebutkan dan jelaskan 2 fungsi masjid dalam segi pendidikan? jawab:…………………………………………………………………………………….. 4. Apa pengertian dari fungsi masjid? Berilah tanda silang (x) hurufq,b,c,d, atau e pada jawaban yang paling benar 1. Siapa pendiri Masjid pertama ? a. Nabi Muhammad SAW b. Christoper Columbus c. Nabi Musa d. Malaikat Jibril e. Carles Darwin 2. Apa saja perbedaan Masjid di Timur Tengah dan di Indonesia? a. Corak dan arsitektur bangunan. b. Corak dan fungsi c. Arsitektur bangunan dan kultur budaya d. Menara dan atap e. Fungsi serta kegunaan 3. Apa fungsi menara pada bangunan masjid? a. Sebagai tempat pengeras suara b. Sebagai tempat adzan c. Sebagai tempat peletakan mimbar d. Sebagai tempat imam e. a.b,c,d benar 4. sejarah perkembangan masjid di Eropa pertama kali berada di Negara mana? a. Inggris b. Spanyol c. Portugal d. Jerman e. Belanda 5. Dibawah ini merupakan fungsi masjid kecuali? a. Tempat ibadah b. Tempat pengumpulan dana c. Tempat keagamaan d. Tempat mengaji e. Tempat membaca koran 6. Fungsi masjid sebagai lembaga pendidikan ialah? a. Sebagai ponpes b. Sebagai TPQ c. Sebagai tempat belajar d. Sebagai tempat membaca e. A dan B benar. 7. Bentuk kubah pada masjid di Timur tengah berbentuk apa? a. Bulat b. Setengah bulat c. Bawang d. Lancip e. A,B,C,dan D benar 8. Apa contoh dari fungsi masjid sebagai kegiatan Ramadhan? a. Sebaga itempat pendidikan b. Sebagai tempat amal c. Sebagai tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri d. Sebagai Tempat sholat Jenazah e. A,B,C,dan D benar 9. Sebutkan Negara mana saja sebagai tempat persebaran masjid di Timur tengah? a. Arab dan Palestina b. Irak dan Libya c. Arab dan Iran d. Mesir dan Israel e. Mesir dan Kuba 10. Apa saja yang menjadi pembeda antara bangunan masjid di Timur tengah dan Indonesia? a. Corak kebudayaan dan bahasa b. Arsitektur bangunan dan unsur daerah c. Arsitektur bangunan dan corak kebudayaan d. Arsitektur dan bahasa e. A.B.C.dan D benar Jenis KegiatantanggalWaktuTempat BelajarAlasan perubahanTanda Tangan Guru 1. SEJARAH MASJID WAPAUWE PERTEMUAN KE 3 DAN 4 Masjid Wapauwe pada awalnya berdiri sekitar tahun 1414 di Desa Kaitetu, Pulau Ambon, Jasirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.Mulanya Masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di Lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara). Kedatangan Perdana Jamilu ke tanah Hitu sekitar tahun 1400 M, yakni untuk mengembangkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly, yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari negeri Arab. Kedatangan mubaligh dari Arab ini bertujuan untuk mensyiarkan agama Islam di tanah Maluku.Masjid yang masih dipertahankan dalam arsitektur aslinya ini, berdiri di atas sebidang tanah yang oleh warga setempat diberi namaTeon Samaiha. Bangunan ini Bangunan induk Masjid Wapauwe hanya berukuran 10 x 10 meter, sedangkan bangunan tambahan yang merupakan serambi berukuran 6,35 x 4,75 meter. Letaknya di antara pemukiman penduduk Kaitetu dalam bentuk yang sangat sederhana.Kemudian bangunan Masjid ini mengalami perpindahan tempat akibat gangguan dari Belanda yang menginjakkan kakinya di Tanah Hitu pada tahun 1580 setelah Portugis di tahun 1512. Sebelum pecah Perang Wawane tahun 1634, Belanda sudah mengganggu kedamaian penduduk lima kampung yang telah menganut ajaran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari. Merasa tidak aman dengan ulah Belanda, Masjid Wawane dipindahkan pada tahun 1614 ke Kampung Tehala yang berjarak 6 kilometer sebelah timur Wawane. Kondisi tempat pertama masjid ini berada yakni di Lereng Gunung Wawane, dan sekarang ini sudah menyerupai kuburan..Tempat kedua masjid ini berada di suatu daratan dimana banyak tumbuh pepohonan mangga hutan atau mangga berabu yang dalam bahasa Kaitetu disebut Wapa.Itulah sebabnya masjid ini diganti namanya dengan sebutan Masjid Wapauwe, artinya masjid yang didirikan di bawah pohon mangga berabu. A. Pendirian Masjid Masjid di Desa Kaitetu, Pulau Ambon, Jasirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.pertama kali di bangun oleh perdana Jamilu bersama warga desa di Kaitetu, jamilu merupakan seorang seorang penyiar agama dari islam, beliau datang ke Maluku bersama empat pernada lainnya dan tugasnya untuk menyiarkan agam islam di Maluku yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh para mubaligh dari arab. Jamilu mengajarkan Islam di Negeri Asen, Wawane, Atetu, Tehala, dan Nukuhaly, di pegunungan Wawane yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari Timur Tengah.Jamilu jugalah yang mengajak masyarakat mendirikan mesjid di atas Bukit Wawane, sekitar 8 km sebelah selatan pesisir pantai. • Factor penyebab berdirinya masjid Wapauwe a. Sebagai tempat penyiaran agama islam di Maluku Tujuan utama didirikannya bangunan masjid di Desa Keituetu adalah sebagai tempat penyiaran agama Islam di daerah ini sehingga islam lebih cepat di pahami oleh warga sekitar maupun masyarakat Maluku. b. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan di Maluku. Masjid wawene ataumasjid Wapauwe dibangun di desa keitetu sebagai alat fungsi untuk sarana penunjang kegiatan keagamaan di daerah tersebut.. B. Empat Perdana Hitu Etimologi kata Empat perdana Hitu perdana menurut bahasa sansakerta berarti pertama.empat perdana adala kelompok orang pertama yang mendatangi tanah Hitu, pemimpin dari Empat kelompok dalam bahasa Hitu disebut Hitu Upu Hata atau Empat Perdana Tanah Hitu.edatangan Empat Perdana merupakan awal datangnya manusia di Tanah Hitu sebagai penduduk asli Pulau Ambon. Empat Perdana Hitu juga merupakan bagian dari penyiar Islam di Maluku. Kedatangan Empat Perdana merupakan bukti sejarah syiar Islam di Maluku 1. Periode kedatangan Empat Perdana Hitu a. Pendatang Pertama adalah Pattisilang Binaur dari Gunung Binaya (Seram Barat) kemudian ke Nunusaku dari Nunusaku ke Tanah Hitu, tahun kedatangannya tidak tertulis. Mereka mendiami suatu tempat yang bernama Bukit Paunusa, kemudian mendirikan negerinya bernama Soupele dengan Marganya Tomu Totohatu. Patisilang Binaur disebut juga Perdana Totohatu atau Perdana Jaman Jadi. b. Pendatang Kedua adalah Kiyai Daud dan Kiyai Turi disebut juga Pattikawa dan Pattituri dengan saudara Perempuannya bernama Nyai Mas. 1. Menurut silsilah Turunan Raja Hitu Lama bahwa Pattikawa, Pattituri dan Nyai Mas adalah anak dari : Muhammad Taha Bin Baina Mala Mala bin Baina Urati Bin Saidina Zainal Abidin Baina Yasirullah Bin Muhammad An Naqib, yang nasabnya dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah. Sedangkan Ibu mereka adalah asal dari keluarga Raja Mataram Islam yang tinggal di Kerajaan Tuban dan mereka di besarkan disana (menurut Imam Lamhitu salah satu pencatat kedatangan Empat perdana Hitu dengan aksara Arab Melayu 1689), Imam Rijali (1646) dalam Hikayat Tanah Hitu menyebutkan mereka orang Jawa, yang datang bersema kelengkapan dan hulubalangnya yang bernama Tubanbessi, artinya orang kuat atau orang perkasa dari Tuban. Adapun kedatangan mereka ke Tanah Hitu hendak mencari tempat tinggal leluhurnya yang jauh sebelum ke tiga perdana itu datang. Ia ke Tanah Hitu yaitu pada Abad ke X masehi, dengan nama Saidina Zainal Abidin Baina Yasirullah (Yasirullah Artinya Rahasia Allah) yang menurut cerita turun temurun Raja Hitu Lama bahwa beliau ini tinggal di Mekah, dan melakukan perjalan rahasia mencari tempat tinggal untuk anak cucunya kelak kemudian hari, maka dengan kehendak Allah Ta’ala beliau singgah di suatu tempat yang sekarang bernama Negeri Hitu tepatnya di Haita Huseka’a (Labuhan Huseka’a). 2. Disana mereka temukan Keramat atau Kuburan beliau, tempatnya diatas batu karang. Tempat itu bernama Hatu Kursi atau Batu Kadera (Kira-Kira 1 Km dari Negeri Hitu). Peristiwa kedatangan beliau tidak ada yang mencatat, hanya berdasarkan cerita turun – temurun. 3. Perdana Tanah Hitu Tiba di Tanah Hitu yaitu di Haita Huseka’a (Labuhan Huseka’a) pada tahun 1440 pada malam hari, dalam bahasa Hitu Kuno disebut Hasamete artinya hitam gelap gulita sesuai warna alam pada malam hari. 4. Mereka tinggal disuatu tempat yang diberi nama sama dengan asal Ibu mereka yaitu Tuban / Ama Tupan (Negeri Tuban) yakni Dusun Ama Tupan/Aman Tupan sekarang kira-kira lima ratus meter di belakang Negeri Hitu, kemudian mendirikan negerinya di Pesisir Pantai yang bernama Wapaliti di Muara Sungai Wai Paliti. 5. Perdana Pattikawa disebut juga Perdana Tanah Hitu atau Perdana Mulai artinya orang yang pertama mendirikan negerinya di Pesisir pantai, nama negeri tersebut menjadi nama soa atau Ruma Tau yaitu Wapaliti dengan marganya Pelu. c. Kemudian datang lagi Jamilu dari Kerajaan Jailolo . Tiba di Tanah Hitu pada Tahun 1465 pada waktu magrib dalam bahasa Hitu Kuno disebut Kasumba Muda atau warna merah (warna bunga) sesuai dengan corak warna langit waktu magrib. Mendirikan negerinya bernama Laten, kemudian nama negeri tersebut menjadi nama marganya yaitu Lating. Jamilu disebut juga Perdana Jamilu atau Perdana Nustapi, Nustapi artinya Pendamai, karena dia dapat mendamaikan permusuhan antara Perdana Tanah Hitu dengan Perdana Totohatu, kata Nustapi asal kata dari Nusatau, dia juga digelari Kapitan Hitu I. d. Sebagai Pendatang terakhir adalah Kie Patti dari Gorom (P. Seram bagian Timur) tiba di Tanah Hitu pada tahun 1468 yaitu pada waktu asar (Waktu Salat) sore hari dalam bahasa Hitu kuno disebut Halo Pa’u artinya Kuning sesuai corak warna langit pada waktu Ashar (waktu salat). Mendirikan negerinya bernama Olong, nama negeri tersebut menjadi marganya yaitu marga Olong. Kie Patti disebut juga Perdana Pattituban, kerena beliau pernah diutus ke Tuban untuk memastikan sistim pemerintahan disana yang akan menjadi dasar pemerintahan di Kerajaan Tanah Hitu. C. Renovasi masjid masjid Wapauwe ini mengalami beberapa renovasi diantaranya adalah. 1. pada tahun 1464 direnovasi oleh Jamilu, 2. pada tahun 1895 direnovasi oleh masyarakat desa Keitetu dengan menambah serambi di bagian depan atau bagian timur masjid 3. pada tahun 1959 dengan mengganti atap yang semula menggunakan kerikil diganti dengan masjid menggunakan semen PC 4. pada desember 1990-januari 1991 dengan mengganti 12 tiang penyangga dan balok topang atap 5. pada tahun 1993 dengan mengganti balok penadah kasau dan bumbungan dengan tidak mengganti 4 buah tiang utama sebagai kolom utama. 6. pada tahun 1997 dengan mengganti atap masjid yang semula menggunakan seng diganti dengan bahan awal atap masjid yaitu nipah( pelepah sagu), kemudian atap nipah rutin diganti selama 5 tahun sekali. D. Faktor perpindahan masjid Pada tahun 1614 masjid Wapauwe di pindahkan ke Kampung Tehala yang berjarak 6 kilometer sebelah timur Wawanedan proses pemindahan masjid ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu: 1. factor kedatangan bangsa asing. factor kedatangan bangsa Portugis yang datang dari Eropa untuk mencari rempah-rempah di nusantara dan tiba pada tahun 1512, kemudian kedatangan bangsa Belanda yang menggangu kehidupan masyarakat yang menganut agama silam di lima desa, bangsa Belanda datang pada tahun 1580 ke maluku, kedatangan belanda ini menyebabkan berpindahnya letak masjid 2. factor gaib Menurut cerita rakyat setempat, dikisahkan ketika masyarakat Tehala, Atetu dan Nukuhaly turun ke pesisir pantai dan bergabung menjadi negeri Kaitetu, Masjid Wapauwe masih berada di dataran Tehala. Namun pada suatu pagi, ketika masyarakat bangun dari tidurnya masjid secara gaib telah berada di tengah-tengah pemukiman penduduk di tanah Teon Samaiha, lengkap dengan segala kelengkapannya. E. Konstruksi bangunan masjid Wapauwe konstruksi yang ada di dalam bangunan masjid Wapauwe ini masih asli dan dipertahankan arsitektur konstruksinya sejak pembangunan awal masjid. Bangunan masjid ini terbilang sangat unik. Arsitektur tradisionalnya bersifat elementer sehingga bagian-bagiannya mudah dilepas dan dapat dipasang kembali a. atap tajug bertingkat yang dipengaruhi oleh arsitektur Jawa. Saka guru menggunakan kayu cukup besar berukuran 22 x 22 cm¬2. Bagian atas saka guru ditutup dengan atap piramidal yang kemiringannya cukup tajam, di bagian lebih rendah terdapat atap bidang miring yang tidak setajam yang di atas. Di antara atap bagian atas dan atap bagian bawah terdapat beberapa jendela yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Atap masjid awalnya hanya menggunakan gemutu dan ijuk. Keempat sudut atap bagian bawah (berbentuk empat persegi) menjorok ke luar yang ujungnya melebar dan membentuk sebagian dari elips seperti daun.Di setiap ujungnya terdapat ukiran bertuliskankalimat Allah SWT dan Muhammad SAW http://melayuonline.com/ind/history/dig/370e.com/ind b. Konstruksi dinding masjid menggunakan konstruksi gaba-gaba (pelepah sagu yang kering) konstruksi ini menggunakan konstruksi yang mengandung unsur local daerah. c. Bangunan inti masjid ini awalnya berukuran 9 x 9 meter (menurut sumber lain adalah 10 x 10 meter). Namun, pada renovasi yang kedua (tahun 1895) ditambahkan serambi yang berukuran 6,35 x 4,75 meter. Meski demikian, bangunan aslinya masih tetap terjaga keaslihan dan keutuhan bangunannya. 2. letak Geografis a. Letak geografis masjid Wapauwe Masjid Wapauwe berdiri di wilayah yang selama ini dikenal sebagai peninggalan-peninggalan sejarah yang bernilai penting. Sekitar 150 meter arah utara masjid terdapat gereja tua peninggalan Belanda dan Purtugis yang telah hancur akibat konflik besar di Ambon pada tahun 1999. Sebelah utara gereja yang berjarak 50 meter juga terdapat sebuah benteng tua New Amsterdam peninggalan Belanda yang awalnya merupakan loji Portugis. Benteng itu adalah saksi sejarah Perang Wawane (1634-1643) dan Perang Kapahana (1643-1646). Sejarah awal mula dan aslinya, masjid ini terletak di Desa Wawane yang terletak di lereng Gunung Wawane. Masjid ini sempat pindah ke Desa Tahella, yang kemudian pindah lagi ke Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia, yang hingga kini masih eksis. Jadi, secara fisik masjid tersebut berada pada tempat yang terakhir ini. Tempat masjid ini berjarak 46,2 kilometer dari Kotamadya Ambon. b. Letak geografis Maluku utara Letak Geografis dan Batas Wilayah Secara geografis Provinsi Maluku Utara terletak diantara 3,09o Lintang Utara – 2o10’ Lintang Selatan dan 123o – 129o Bujur timur dengan batas wilayah sebagai berikut : Utara = Samudra Pasifik Selatan = laut Sera m dan Laut Buru Barat = laut Maluku Timur = Laut Halmahera 1. Jelaskan sejarah masjid Wapauwe? Jawab:……………………………………….. 2. Siapakah Jamilu itu? Jawab:…………………………………………. 3. Sebutkan batas-batas geografis Maluku Utara? Jawab:……………………………………………………….. 4. Sebutkan tahun-tahun renovasi masjid Wapauwe? Jawab:………………………………………………………….. 5. Jelaskan tenteng kedatangan 4 Perdana Hitu ke Maluku Utara? Jawab:………………………………………………………….. Berilah tanda silang (x) hurufq,b,c,d, atau e pada jawaban yang paling benar 1. Siapa pendiri masjid Wapauwe? a. Jamilu b. Hang tuah c. Perdana Pattikawa d. Imam Muhammad e. Sultan Syah Mahmud 2. Pada tahun berapakah masjid Wapauwe didirikan? a. 1418 c. 1412 e. a,b,c,d benar b. 1414 d. 1432 3. Dimanakah masjid Wapauwe dibangun? a. Desa kaitetu b. Desa hitu c. Jesa jailolo d. Maluku Utara 4. Factor apa saja yang membuat berpindahnya masjid Wapauwe? a. Factor kedatangan bangsa asing dan factor konflik di ambon b. Factor kerusuhan ambon dan factor Interen c. Factor keadaan alam d. Factor kedatangan bangsa asing dan factor gaib e. Factor perang antara kerajaan Ternate dan tidore 5. Atap masjid Wapauwe menggunakan bahan apa? a. Nipah b. Daun pohon kelapa c. Sasak d. Pelepah pisang e. Daun rumbia 6. Apa yang menyebabkan 4 perdana Hitu datang ke Maluku ? a. Penyebaran agama islam b. Mencari rempah-rempah c. Menumpas kejahatan d. Ingin menemui raja Ternate e. Ingin menguasai kerajaan di maluku 7. Sebutkan berapa ukuran bangunan induk masjid Wapauwe a. 12,5 X 12,5 Meter b. 10X10 Meter c. 6,9 X6,9 Meter d. 6,35 x 4,75 meter e. 22 x 22 meter 8. Siapa perdana pertama yang datang ke Maluku? a. Jamillu b. Kie Patti c. Pattisilang Binaur d. Nyai Mas. e. Imam Muhammad 9. Pada tahun berapakah ketika renovasi melakukan penambahan serambi pada masjid? a. 1864 b. 1914 c. 1845 d. 1879 e. 1895 10. Pada tahun berapakah masjid wapauwe dipindahkan? a. 1765 b. 1863 c. 1895 d. 1614 e. 1414 C. Rencana belajar Siswa Kegiatan Belajar 5 dan 6 Jenis KegiatantanggalWaktuTempat BelajarAlasan perubahanTanda Tangan Guru 1. PENGERTIAN ARSITEKTUR Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota perancangan perkotaan arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. Kehadiran arsitektur berawal dari manfaat dan kebutuhan-kebutuhan sebuah bangunan untuk melayani fungsi-fungsi tertentu, yang diekspresikan oleh seorang arsitek melalui gambar kerja. Kebutuhan sebuah bangunan akan ruang-ruang dalam lingkup interior maupun eksterior, bermula pada sebuah kebutuhan dari pengguna bangunan (Fikriarini, 2006: 7). a. Pengertian Umum Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia dengan bahagia. Arsitektur merupakan titik tumpu dari hasil usaha orang-orang yang melahirkannya, serta merupakan suatu konsepsi yang sesuai dengan keadaan, tingkat kecakapan serta penghayatan masyarakat terhadap arsitektur tersebut pada suatu saat tertentu.. (. Abdul Rochym, 1983) b. Pengertian Islam Arsitektur sebagai salah satu bidang keilmuan, hendaknya juga selalu berpijak pada nilai-nilai Islam yang bersumber pada al-Qur’an.Al-Qur’an tentunya merupakan dasar bagi pengembangan berbagai bidang keilmuan, salah satunya keilmuan arsitektur.Wujud arsitektur yang muncul sebagai hasil kreasi seorang arsitek, hendaknya melambangkan nilai-nilai Islam serta berpedoman pada Al-Quran sebagai pegangan hidup Orang Islam. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Arsitektur a. Faktor unsur daerah Perkembangan arsitektur dapat dipengaruhi oleh unsure daerah perkembangan arsitektur, karena tiap daerah tentunya memiliki cirri khas yang berbeda sehingga perpaduan antara arsitektur local dengan arsitektur pada umumnya akan menyebabkan munculnya gaya arsitektur terbaru. b. Faktor pengaruh Agama Arsitektur dapat dipengaruhi dengan unsur agama pada tiap-tiap daerah perkembangan arsitektur . c. Faktor historis sebagai latar belakang Tumbuh dan berkembangnya arsitektur bangunan masjid sebagai salah bagian dari arsitektur Indonesia tentunya mempunyai latar belakang yang menjadi alasan kelahiran arsitektur masjid, setiap uraian yang berhubungan dengan tumbuhnya bangunan masjid dalam arsitektur islam merupakan bahan terpenting sebagai latar belakang factor historis masjid. 3. Ornamen-ornamen yang ada pada masjid wapauwe . 1. Atap Atap masjid wapauwe ini terbuat dari daun rumbia, yang dipakai sebagai penutup masjid, pemakaian daun rumbia ini sebagai unsure-unsur local pembawaaan daerah yang mencerminkan keadaan lingkungan alam yang ada disekitarnya, disinin alam berfungsi sebagai penyedia bahan –bahan yang digunakan untuk membuat masjid. Atap masjid awalnya hanya menggunakan gemutu dan ijuk. Keempat sudut atap bagian bawah (berbentuk empat persegi) menjorok ke luar yang ujungnya melebar dan membentuk sebagian dari elips seperti daun. Di setiap ujungnya terdapat ukiran bertuliskan kalimat Allah dan Muhammad 2. Dinding masjid terbuat dari kerangka kayu dan pelepah rumbia. Pada awalnya, masjid ini hanya berdinding tanah. Dalam perkembangannya kemudian diberi dinding gaba-gaba (pelepah sagu) dan setengah tembok dengan campuran kapur. Setelah itu, terjadi penambahan renovasi yang tidak merubah bentuk aslinya. Mihrab masjid berukuran 2 x 2 meter, lama kelamaan dinding masjid diganti dengan dinding tanah terbuat dari bahan-bahan yang tersedia dari alam, dalam hal ini alam sebgai penyedia segala kebutuhan dalam masjid. Alam merupakan unsur local pembawaan lingkungan yang membantu untuk membuat bangunan yang bersumber dari alam. 3. Penyangga masjid masjid ini dirancang tanpa menggunakan paku, tapi hanya menggunakan pasak kayu pada setiap sambungan kayu. Di ikat dengan tali Konstruksi yang unik ini memungkinkan bangunan fisik masjid dapat dipindah-pindah. 4. Mimbar masjid Pada awal pembangunannya masjid ini tidak meiliki mimbar namunn setelah dilakukannya renovasi besar-besaran pada sekitar tahun 1990- 1991.Mimbar ini kemudian dipasang. 5. Jendela Pada bangunan masjid wapauwe ini masih menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kayu yang sama seperti bangunan jendela pada umumnya. 6. lampu lampu seperti ini biasanya ada pada bangunan masji-masjid kuno pada umumnya, lampu ini bukan merupakan sebagai lampu yang sama umumnya dengan masjid akan tetapi lampu ini hanya sebagai pernak-pernik masjid saja. 4. Peninggalan-peninggalan dalam masjid a. Al-Quran Mushaf Dalam masjid ini dihiasi dengan mushaf al-Qur‘an yang merupakan mushaf tertua di Indonesia, yaitu mushaf Imam Muhammad Arikulapessy (imam pertama masjid Wapauwe) yang selesai ditulis tangan di atas kertas Eropa pada tahun 1550. Di samping itu, juga terdapat mushaf Nur Cahya (cucu Imam Muhammad Arikulapessy) yang selesai ditulis pada tahun 1590. Nur Cahya juga menulis karya-karya lain yang juga ditempatkan di dalam masjid, yaitu kitab Barzanji (yang berisi tentang riwayat dan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW) b. Naskah Kutbah kumpulan khutbah Ramadhan tahun I661 c. Manuskrip Islam manuskrip Islam yang telah berumur ratusan tahun masih terdapat dalam masjid ini d. Timbangan Kuno Di dalam masjid juga terdapat batu dan timbangan kayu untuk menentukan jumlah zakat fitrah bagi penduduk asli pada saat itu. Kesemuanya peninggalan sejarah tadi, saat ini merupakan pusaka Marga Hatuwe yang masih tersimpan dengan baik di rumah pusaka Hatuwe yang dirawat oleh Abdul Rachim Hatuwe, Keturunan XII Imam Muhammad Arikulapessy. Jarak antara rumah pusaka Hatuwe dengan Masjid Wapauwe hanya 50 meter. 1. Apa pengertian Arsitek secara Islam? Jawab:…………………………………………………………………………… 2. Factor apa saja yang mempengaruhi perkembangan Arsitektur? Jawab:…………………………………………………………………………… 3. Dimana tempat menyimpang semua benda-benda peninggalan majid Wapauwe? Jawab:…………………………………………………………………………… Berilah tanda silang (x) hurufq,b,c,d, atau e pada jawaban yang paling benar 1. Dibawah ini yang merupakan peninggalan masjid Wapauwe adalah? a. Menara b. Atap masjid c. Manuskrip Islam d. Kitab Fiqih e. Buku petunjuk 2. Apa fungsi dari timbangan kuno pada masjid Wapauwe? a. Menentukan jumlah zakat b. Menetukan waktu sholat c. Sebagai kumpulan Khutbah sholat d. Sebagai alat untuk mempercantik masjid 3. Siapa penulis mushaf Al-Quran di Masjid Wapauwe yang Pertama? a. Imam Muhammad Arikulapessy b. Nur Cahya c. Jamllu d. Keitetu e. Abdul Rochym 4. Terbuat dari apakah dinding masjid Wapauwe? a. Kerangka kayu b. Daunn rumbia c. Pelepah pisang d. Potongan bamboo e. Kayu jati 5. Penyanggah masjid dirancang dengan menggunakan ? a. Tali b. Paku c. Semen d. Beton e. PC Daftar Pustaka Fikriarini, Aulia & Eka Putrie, Yulia. 2006. Membaca Konsep Arsitektur Vitruvius dalam Al Qur’an. Malang: UIN Malang Press http://masjidtuawapauwe.com http://melayuonline.com/ind/history/dig/370 http://www.fkmcpr.nl.com http://www.wisatamelayu.com/id/objectimg.php?a=YUJnL3c%3D=&p=Qg%3D%3D Republika (www.republika.co.id), 22 Januari 2006. Rochym Abdul, Masjid Dalam Karya Arsitektur Nasional Indonesia,Angkasa, Anggota IKAPI, Bandung,1988 Yulianto Sumalyo, Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006), cet. 2. Zein Baqir Abdul, Masjid-masjid bersejarah di Indonesia, Gema Insani, Jakarta,1999

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar